KOTA MALANG – Kebakaran akhir-akhir ini menjadi momok di Kota Malang. Setidaknya, di musim kemarau ini, satu minggunya ada tiga sampai lima kali si jago merah melahap bangunan di kota yang terkenal akan suhu dinginnya ini.

“Tiga sampai lima kali bisa seminggu pas musim kemarau ini,” ujar Plt. Kepala UPT Damkar kota Malang, Anton Viera, Selasa (16/7).

Selanjutnya, Anton menjelaskan, pihaknya kesulitan untuk menjinakkan api. Pasalnya, sebagian besar titik kebakaran terjadi di pemukiman padat penduduk yang sulit untuk dijangkau mobil pemadam kebakaran dan juga sulit sumber air.

“Itu sering terjadi di kawasan yang sulit dilewati mobil damkar. Sulit juga airnya kalau kehabisan. Jadi agak lama kita menanganinya,” tutur Anton.

Namun, kata Anton, sebenarnya hal tersebut bisa teratasi jika di setiap daerah di kota Malang mempunyai jumlah hydrant yang ideal, yakni 30.

“Ini kan masih 19 dan itu kurang,” kata Anton, Selasa (16/7)

Untuk itu, UPT Damkar Kota Malang telah mengajukan pengadaan hydrant ke DPRD kota Malang agar ada penambahan alat pemasok air berwarna merah tersebut.

“Sudah berbicara ke dewan kemarin tentang penambahan hydrant ini,” kata Anton.

Terakhir titik penambahannya, imbuh Anton, pihaknya ingin menambahkan hydrant di daerah pemukiman padat penduduk.

“Ya kayak Gadang, Mergosono, dan Kota Lama. Semua itu nggak ada (hydrant-nya) padahal kita butuh,” tandasnya.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: dok JPRM
Penyunting: Fia

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.