Waspada! 25 Ribu Aktivitas Pornografi Anak di Internet Indonesia
Ilustrasi kekerasan seksual anak @MalangToday/istimewa

MALANGTODAY.NET– Generasi muda Indonesia semakin terancam masa depannya karena masih tingginya angka pelaku kekerasan seksual kepada anak (Pedofil). Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) mengindikasikan semua pihak di Indonesia harus waspada, termasuk yang memanfaatkan media social di internet.

Indikasi tersebut muncul setelah pihak kepolisian meringkus pengelola sebuah grup di Facebook bernama Official Loly Candys 18+.

Kepala Sub-Direktorat Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Roberto Pasaribu mengungkapkan kasus pedofil melalui akun Facebook tersebut sebagai tanda Indonesia masih menjadi sasaran empuk pemangsa kekerasan seksual terhadap anak.
Dikutip dari Antara, Roberto mengemukakan pengelola Facebook itu terhubung dengan 11 grup kejahatan terhadap anak pada beberapa negara dengan jumlah anggota mencapai ribuan.

Polda Metro Jaya mengungkap praktik prostitusi khusus anak di bawah usia atau pedofilia melalui media sosial Facebook dengan akun Official Loly Candys Group 18+. Grup tersebut terbentuk sejak September 2016 dengan jumlah anggota mencapai 7.497 orang yang menampilkan foto porno anak di bawah usia.

Sejauh ini, kepolisian berhasil meringkus empat pelaku itu, yakni MBU alias Wawan alias Snorlax (25), DS alias Illu Inaya alias Alicexandria (27), SHDW alias Siha Dwiti (16) dan DF alias T-Day (17).

Korban usianya rata-rata 2-10 tahun, dua pelaku di antaranya, mereka bahkan melakukan kekerasan seksual terhadap korban. Tersangka Wawan, seorang penjaga warnet di Malang adalah sebagai pembuat grup dan telah melakukan kejahatan seksual sebanyak dua kali dengan masing-masing korban berusia 8 hingga 12 tahun.(zuk)
 

 

 

Berikan tanggapan Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here