MALANG – Kabar mengejutkan datang dari Inggris. Di musim panas kali ini, warga Inggris diperkirakan akan menghabiskan lebih dari £ 2,7 miliar atau lebih dari Rp 48 triliun untuk pakaian yang akan mereka kenakan dalam satu waktu.

Melansir pemberitaan The Independent, Kamis (11/7), acara musim, panas seperti pernikahan, pesta barbekyu, dan festival, merupakan pemicu utama budaya mode cepat karena konsumen membeli pakaian murah untuk dikenakan dan membuangnya kalau sudah selesai.

Menurut survei, warga Inggris akan menghabiskan sekitar £ 800 juta atau senilai dengan Rp 14 triliun untuk pakaian pernikahan. Tambahan £ 700 juta atau senilai dengan Rp 13 triliun akan dihabiskan untuk pakaian liburan sekali pakai.

“Ini boros, mahal, dan tidak berguna, baik dari segi biaya lingkungan untuk membuat pakaian baru dan berton-ton pakaian yang terbuang yang kemudian berakhir di TPA,” kata badan amal Barnardo dalam sebuah pernyataan.

Menurut hasil survei dari 2000 orang, dikatakan bahwa sebagian besar warga Inggris akan merasa malu mengenakan pakaian untuk acara khusus lebih dari sekali.

Untuk mengatasi hal ini, Barnardo mendorong pembeli untuk berinvestasi dalam pakaian pra-dicintai untuk acara-acara khusus tersebut. “Memilih untuk membeli pakaian yang sebelumnya Anda sukai untuk acara khusus dari toko Barnardo berarti Anda tidak perlu khawatir menabrak seseorang yang mengenakan pakaian yang sama,” jelas Kepala eksekutif Barnardo, Javed Khan.

“Ini juga ramah terhadap lingkungan dan dompet untuk semakin banyak memakai pakaian yang mungkin hanya dipakai sekali dan berakhir di tempat pembuangan sampah,” imbuhnya.

Laporan itu muncul beberapa hari setelah Oxfam meluncurkan kampanye “Second-hand September”, mendorong orang untuk berjanji tidak membeli barang-barang pakaian baru selama sebulan.
Badan amal Barnardo juga meluncurkan kampanye di Festival Glastonbury dengan sejumlah pendukung selebriti, termasuk Johnny Marr dan Kylie Minogue, yang menyumbangkan barang-barang dari lemari pakaian mereka.

Penulis : Risma Kurniawati
Foto : Istimewa
Penyunting: Fia

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.