MALANG – Jagat maya sedang heboh dengan crossdresser. Namun, kali ini crossdresser tersebut berdandan layaknya wanita muslimah, lengkap dengan hijab.

Kelompok yang kini dijuluki crosshijaber itu membuat geger sosial media. Mereka mulai blak-blakan menunjukkan eksistensinya dengan mengunggah foto-foto di berbagai media sosial, seperti Instagram, Twitter hingga Facebook.

Crosshijaber merupakan pria tulen. Mereka suka mengenakan pakaian muslimah lengkap dengan hijab. Gamis, hijab syari, hingga beberapa di antaranya mengenakan cadar layaknya wanita muslimah pada umumnya.

M. Salis Yuniardi, PhD, Psikolog sekaligus Dekan Fakultas Pskologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyebut empat kemungkinan trend mengapa hal ini marak.

Menurut Salis, kemungkinan pertama mereka adalah transgender atau penderita gangguan identitas gender. “Jadi orang merasa terjebak dalam tubuh dengan gender yang tidak seharusnya. Awam menyebutnya waria,” tukasnya.

Kedua, Mereka dinilai Salis adalah penderita transvetism. Transvetism adalah gangguan orientasi seksual dimana mendapat kepuasan sex manakala memakai kostum lawan jenis.

Ketiga, fenomena ini bisa jadi bentuk lain voyeurism. “Yakni gangguan orientasi seksual dimana merasa mendapat kepuasan seksual dengan mengintip, makanya mereka menyamar agar bisa masuk kamar mandi lawan jenis misalnya,” tutupnya.

Yang terakhir, Salis mengaku jadi hal yang paling ditakutkan. “Ini yang saya takutkan, jika fenomena ini hanya suatu trend challenge baru dimana mereka berada dalam komunitas yang saling menantang untuk bisa menyamar berhijab dan masuk ke area muslimah,” tambah Salis.

Challenge ini dinilai Salis seperti Ice Bucket Challenge, maupun challenge lain yang dulu sempat trend.
“Tujuannya bukan hanya uji nyali tapi juga sensasi, khususnya di dunia maya, dimana mereka merasa senang ketika viral,” katanya.

“Jika saya pelajari sekilas dari beberapa postingan mereka, sepertinya mereka bervariasi. Ada yang transgender, ada transvetism, atau ada juga yang sekadar cari sensasi,” tandasnya.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: istimewa
Penyunting: Fia

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.