KOTA MALANG – Praktik order fiktif GrabFood yang merugikan owner Bebek Ciphuk di Kota Malang mengundang rasa penasaran. Untuk menjawabnya, radarmalang.id melakukan investigasi hari ini (5/8) kepada sejumlah driver. Wawancara ini membuktikan bahwa selama ini praktik order fiktif belum mendapat tindakan tegas dari pihak Grab

Dalam wawancara bersama kedua driver Grab itu menariknya mereka mengakui bahwa praktik order fiktif saat ini memang sangat menguntungkan. Tak hanya untuk driver, tapi juga untuk rumah makan yang mereka sebut Resto ‘abal-abal’. disebut demikian karena, resto yang bersangkutan hobi membuat order GrabFood fiktif untuk mencapai target penjualannya.

“Ya menguntungkan, kita sehari aja di situ udah bisa mencapai target,” ujar mr.X salah satu driver ojol kepada radarmalang.id. Hal serupa juga diungkapkan mr.Y. “Sangat menguntungkan karena driver mendapat poin, penjual dapat uang,” ujarnya.

Keduanya pun sepakat bahwa selama ini Grab justru belum membasmi praktik ini. Namun ada kesan pembiaran dan tindakannya yang kurang cepat. Driver pun hanya bisa pasrah. Disisi lain mereka mengambil keuntungan poin dari order tersebut, namun disisi lain pun juga ada rasa berdosa karena merasa ‘mencuri’.

Untuk mengetahui detail pengakuan kedua driver itu, selengkapnya simak video berikut:

Pewarta: Rida Ayu
Penyunting: Fia

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.