KEPANJEN – Ada yang sedikit berbeda dalam agenda pawai kirab budaya Kabupaten Malang di tahun ini. Bila sebelum-sebelumnya agenda tahunan itu digelar di kawasan jalur lintas selatan (JLS), maka 2019 ini bakal digelar di Jalur Lintas Barat (Jalibar) Kepanjen. Sesuai jadwal, acara yang masuk dalam rangkaian Malang Beach Festival (MBF) itu bakal digeber pada 28 September.

Kepada koran ini, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Dr Made Arya Wedhantara menjelaskan beberapa pertimbangan beralihnya venue acara. Salah satunya yakni agar bisa dinikmati oleh warga Kepanjen serta masyarakat Kabupaten Malang secara umum. ”Pertimbangan lain, jalibar kan ruas jalannya relatif lebih luas dibanding JLS,” kata dia.

Pria kelahiran Bali itu optimistis antusias masyarakat akan lebih meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. ”Kirabnya saja yang dipindah ke jalibar, sedangkan event lainnya seperti surfing, paralayang tetap akan digelar di JLS,” imbuh Made. Kirab tersebut, ditambahkan dia, bakal diikuti perwakilan dari masing-masing kecamatan.

Seluruh perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) juga dijadwalkan mengikutinya. ”Paling tidak satu kecamatan bisa mengikutsertakan minimal 50 orang, maksimal 100 orang,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang Ek Hafi Lutfi mengaku bila pihaknya sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas selama Kirab Budaya digelar.

Pada hari H, jalibar akan ditutup total. Kendaraan dari arah Kabupaten Blitar menuju Kota Malang akan dialihkan melalui perempatan Kepanjen. Begitu pun sebaliknya. ”Saya kira cara itu nantinya akan lebih efektif,” kata dia. Rekayasa di jalibar memang bukan kendala berarti. Sebab, akses di sana sejak awal memang di-plot sebagai jalur alternatif.

Pewarta : Imron Haqiqi
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Bayu Mulya

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.