UM Tampung 1.948 Mahasiswa Baru untuk Jalur SNMPTN 2018
Universitas Negeri Malang@MalangTODAY

MALANGTODAY.NETSeperti tahun-tahun sebelumnya, seleksi jalur mandiri di Universitas Negeri Malang (UM) masih cukup diminati. Dari data yang terekap di UM, tercatat ada 13.876 pendaftar.

Mereka diketahui terbagi dalam dua sistem ujian berbeda. Pertama, calon mahasiswa diseleksi lewat Ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK). Pada jalur itu, hasil nilai seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN) bakal menjadi acuan utama.

Berikutnya ada jalur Tes Masuk Berbasis Komputer (TMBK). Pada jalur itu, calon mahasiswa diwajibkan mengikuti seleksi tambahan di kampus UM.

Dari dua jalur tersebut, UTBK lah yang paling banyak diminati pendaftar. ”(UTBK) ada 9.056 orang (pendaftar). Sementara jalur TMBK ada 4.820 orang (pendaftar),” terang Ketua Panitia Jalur Mandiri UM Dr Adi Atmoko MSi.

Dua jalur itu disediakan UM untuk memfasilitasi sejumlah kebutuhan calon mahasiswa. ”Ada mahasiswa yang merasa tidak percaya diri karena nilainya kecil, jadi kami fasilitasi (lewat) tes tulis di UM.

Namun di sisi lain, ada juga mahasiswa yang tidak bisa ke UM karena jauh, ya kami fasilitasi (lewat) seleksi nilai UTBK,” tambah dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) tersebut.

Adanya jalur UTBK SBM PTN tersebut memang disesuaikan dengan imbauan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Dalam aturannya, semua kampus negeri diminta menggunakan nilai UTBK SBM PTN untuk seleksi mandiri. Selain efisien, jalur itu juga dinilai mampu menutup peluang beredarnya calo.

”Tetapi, di sini tidak begitu. Ya kami melihat kebutuhan mahasiswa dari tahun-tahun sebelumnya. Meski baru kali ini pendaftar UTBK banyak,” tambah Adi.

Sementara itu, selama dua hari seleksi, mulai Selasa (16/7) hingga kemarin (17/7), dia menyatakan bila nantinya akan ada proses perankingan dari dua jalur seleksi tersebut. ”Intinya, kami memenuhi kuota sebesar 30 persen untuk jalur mandiri,” tambahnya.

Jika dihitung, 30 persen jalur mandiri tahun ini mencapai  kuota 3.000 mahasiswa. Di sisi lain, Universitas Brawijaya (UB) Malang juga sudah melaksanakan ujian mandiri pada Senin (15/7).

Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS mengaku bila pihaknya memutuskan untuk tidak menggunakan nilai UTBK meski ada saran dari Kemenristekdikti. ”Kami memang hanya meminta peserta tes di kampus. Itu supaya data pendaftar ulang kami bertambah,” jelasnya.

Dia menyatakan bila tahun lalu sempat dilaksanakan seleksi mandiri UB dengan tes UTBK. Ternyata, ada 20 persen peserta yang tidak melakukan daftar ulang ”Dari 13.073 peserta, kami berharap kuota mandiri sebesar 3.395 terisi penuh,” ujarnya.

Pewarta : Sandra Desi
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.