Jumlah Utang BUMN Semakin Menghawatirkan, Sanggup Bayar?
Ilustrasi uang © dream indonesia

MALANGTODAY.NET – Kondisi utang-utang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) semakin menghawatirkan. Pengamat ekonomi politik dari AEPI, Salamuddin Daeng mengatakan kondisi yang menghawatirkan ini jelas akan membuat kinerja perusahaan plat merah itu menjadi sangat terbebani, karena harus mengumpulkan banyak uang demi melunasi semua utang yang kini sedeng dihadapi.

“Besarnya utang BUMN itu akan semakin menghilangkan kesempatan BUMN untuk mengabdi pada kepentingan negara dan rakyat,”kata Salamuddin.

Maka dari itu lanjut Salamuddin, badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara ini tengah memikirkan bagaimana caranya meningkatnya kewajiban bayar utang dan akan mendorong mereka untuk mencekik masyarakat dengan meningkatkan harga dari layanan publiknya.

Dilansir MalangTODAY.net dari aktual, banyaknya utang BUMN tersebut digenjot oleh pemerintah dalam rangka membangun infrastruktur yang terus digalakan Presiden Joko Widodo.

“Tapi sayangnya, sumber pembiayaan BUMN dilakukan dari pembiayaan APBN yaitu utang PMN, dan utang-utsng yang dilakukan internal BUMN sendiri,” paparnya.

Berikut enam perusahaan plat merah yang memiliki tanggungan paling banyak;

  1.  Pertamina

Sebuah BUMN yang bertugas mengelola penambangan minyak dan gas bumi di Indonesia ini tengah memiliki utang senilai US$ 8,75 miliar dolar atau sekitar Rp118,125 triliun. Padahal aset yang dimiliki perusahaan yang didirikan tahun 1957 ini per 2015 mencapai US$45,519 miliar atau senilai Rp614,5 triliun. Ini sama saja dengan menjual perusahaan ini secara diam-diam,” cetunya.

2.Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia ini  memiliki utang senilai Rp72,4 triliun, dengan aset sebesar Rp878 triliun. Dan posisi DER sebesar 53,2%. Sedangkan pendapatan bersih pada tahun 2015 hanya Rp25,4 triliun.

3. PT Bank Negara Indonesia (BNI)

Institusi bank milik pemerintah ini memiliki utang sebesar Rp49,99 triliun dengan aset Rp508,6 triliun, dan DER sebesar 71,16 %. Pendapatan bersih pada tahun 2015 hanya Rp9,07 triliun.

4. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Bank terbesar di Indonesia dalam hal aset, pinjaman, dan deposit ini memiliki hutang Rp45,08 triliun, sedang aset Rp910,06 triliun pada tahun 2015. Dengan pendapatan bersih sebesar Rp17,49 triliun. “Utang ketiga bank itu juga meningkat kepada lembaga keuangan global yaitu China Development Bank (CDB) senilai US$ 3 miliar atau masing-masing US$ 1 miliar di tahun 2016 lalu,” ujar dia.

5. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

Bank yang sejak tahun 2012 dipimpin oleh Maryono ini memiliki hutang ebesar Rp29,89 triliun, dengan aset Rp171,8 triliun. Dengan DER senilai 194%. Pendapatan bersih bank ini sebesar Rp1,85 triliun pada tahun 2015.

6.PT Krakatau Steel (Persero) Tbk

PT Krakatau Steel memilili utang sebesar US$ 1,617 juta atau sekitar Rp21,829 triliun, dengan aset sebesar US$3,072 juta. Pada tahun 2015, perusahaan baja terbesar di Indonesia ini terus mengalami kerugian senilai US$ 320 juta atau sebesar Rp4,32 triliun.

Berikan tanggapan Anda

loading...

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here