KOTA MALANG – Gedung Alun-alun Mall yang selama ini ditempati oleh Ramayana Mal di Kota Malang dipastikan akan berakhir masa kontraknya tahun ini, sekitar bulan September 2019 mendatang. Pemkot Malang disebut bakal mengelola gedung tersebut menjadi pusat Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan berbagai layanan Pemkot Malang yang nantinya bakal ada di sana.

“Masih ada beberapa sub sektor, pastinya Pak Wali nanti yang akan merumuskan, ada peluang bisa UMKM, bisa pusat bisnis perbelanjaan, ada juga nanti pusat pelayanan dari pemerintah,” Kabid Pengembangan Iklim Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Malang, Sony Bachtiar usai Focus Group Discussion (FGD) membicarakan potensi Malang sebagai Kota Kreatif ke depan di Plaza Araya, Rabu, (10/7) pagi tadi bersama Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPC Kota Malang.

Wacana adanya one stop shopping, antara pelayanan pemerintahan dan UMKM ini menurut Sony masih menunggu rumusan lebih lanjut oleh Wali Kota Malang. Wacana pembangunan sentra khusus Alun-alun Mall atau bekas Ramayana ini di kawasan pusat Kota Malang yakni Alun – Alun Kota Malang ini memang sudah dicanangkan oleh Sutiaji sebagai Wali Kota Malang sejak bulan lalu. “Hanya memang harus kita rumuskan dan diskusikan lagi dengan para pelaku usaha seperti yang kita lakukan sekarang ini,” katanya.

Gedung yang saat ini dipakai Ramayana Department Store itu nantinya bakal jadi salah satu bagian dari Perusahaan umum Daerah (Perumda) Tugu Aneka Usaha (Tunas) yang akan segera dibentuk dalam Peraturan Daerah (Perda) Pemkot Malang. “Kalau kreatif nanti lebih ke Malang Creative Center-nya, kalau di sana nanti lebih ke pelayanan publiknya,” tutup Sony.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Penyunting: Fia

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.