20 Tahun Tragedi Semanggi yang Kusut, Mana Janji Jokowi?
Ilustrasi (istimewa)

MALANGTODAY.NET – Siapapun tahu jika tahun 1998 merupakan tahun berdarah bagi bangsa Indonesia. Diawali krisis ekonomi, demonstrasi di seluruh penjuru negeri, hingga rezim Soeharto berhasil digulingkan. Tapi soal dalang tewasnya mahasiswa akibat ditembaki; siapa yang tahu?

Beberapa bulan setelah Mei ’98 saat Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya, 13 November 1998 MPR melakukan sidang istimewa yang disinyalir akan melanggengkan rezim orde baru. Para mahasiswa dan segenap tokoh masyarakat yang aktif mengawal masa transisi kepemerintahan mendengar kabar ini. Ribuan orang turun ke jalan untuk menggelar unjuk rasa.

Di sinilah mula salah satu fragmen dari tahun berdarah 1998 terjadi, Tragedi Semanggi I.

Baca Juga: Insiden Dili, Mengenang Kebiadaban Indonesia di Timor Leste

Aksi demonstrasi ribuan orang tersebut awalnya berjalan dengan damai. Saat ingin menuju ke gedung DPR RI, massa dihadang oleh aparat. Dari situlah ketegangan terjadi.

Hingga teriakan ‘Inalilahi’ mulai terdengar di sana sini. Ratusan demonstran berjatuhan akibat luka tembak, 5 diantaranya meninggal dunia.

Mereka adalah  Wawan yang merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi Atma Jaya, ada Engkus Kusnadi, mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ); Heru Sudibyo, mahasiswa Universitas Terbuka; Sigit Prasetyo, mahasiswa Universitas Yayasan Administrasi Indonesia (YAI); dan Teddy Wardani Kusuma, mahasiswa Institut Teknologi Indonesia (ITI).

Mengejar Janji Presiden Jokowi

Saat kampanye pilpres di tahun 2014 silam, salah satu program kampanye Nawa Cita Jokowi memiliki konten yang berjanji bahwa di era kepemimpinannya, kasus-kasus HAM berat di masa lalu akan diusut tuntas.

Baca Juga: Ketimbang The Revenant, Akting Leonardo DiCaprio di 5 Film Ini Lebih Layak Dapat Oscar

Namun hingga kini, aksi Kamisan yang digagas oleh para keluarga dan kerabat korban pelanggaran HAM di masa lalu masih terus digalakan. Itu tandanya tragedi-tragedi penembakan dan orang hilang yang terekam sebagai sejarah pilu negeri ini belum terungkap; apalagi terselesaikan.

Keseriusan Jokowi dalam menepati janjinya semakin dipertanyakan tatkala Wiranto malah ia tunjuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam). Padahal, merujuk pada hasil penyelidikan pro justisia Komnas HAM, Wiranto diduga terlibat dalam kasus pelanggaran HAM masa lalu, termasuk atas peristiwa Semanggi I.

Kini sebagai Menkopolhukam, KontraS menuding bahwa Wiranto memiliki agenda untuk memperkeruh peristiwa pelanggaran HAM di masa lalu dengan mengusulkan pembentukan lembaga baru yaitu Dewan Kerukunan Nasional (DKN).

Apabila Presiden Joko Widodo serius untuk menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu, Kontras memberikan rekomendasi kepada presiden untuk segera mengutus Jaksa Agung untuk membuka penyidikan sederet tragedy pelanggaran HAM di masa lampau.

Baca Juga: Heroik, Ini Kisah ‘Nakal’ Para Pahlawan yang Jarang Diketahui!

20 tahun tanpa jawaban, apakah negara memang lupa dengan sengaja?


Penulis: Swara Mardika
Editor: Swara Mardika

Loading...