Tinjau Dapur Umum Bencana, Khofifah Ikut Masak dan Bungkus nasi
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (Humas Mensos)

MALANGTODAY.NET – Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa memberi dukungan moril kepada para relawan yang bekerja keras selama masa tanggap darurat bencana banjir besar Sumbawa. Khofifah Tidak sekadar meninjau keberadaan dapur umum lapangan (Dumlap) tetapi ikut membantu memasak, dan membungkus nasi.

“Terima kasih banyak sudah membantu pengungsi selama masa tanggap darurat. Semoga kebaikan ini memberi manfaat dan menjadi ladang amal untuk semua,” ungkap Khofifah di Pendopo Bupati Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Rabu (15/2). Khofifah berharap kehidupan korban banjir besar Sumbawa dapat kembali normal.

Salah seorang relawan, Eka Yulia (30) mengatakan dukungan moril yang diberikan Khofifah secara langsung menjadi ‘suplemen’ bagi dirinya dan relawan lain untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para warga terdampak banjir di Kabupaten Sumbawa.

Tinjau Dapur Umum Bencana, Khofifah Ikut Masak dan Bungkus nasi
Menteri Sosial (Humas Mensos)

Eka yang merupakan pendamping PKH asal Kecamatan Labuan Badas ini menerangkan sejak masa tanggap darurat 7 Februari lalu, ia dan relawan Dumlap lainnya telah mendistribusikan lebih 20.000an nasi bungkus. Mereka bertugas menyiapkan makanan bagi pengungsi tiga kali sehari.

“Kami kerja mulai dari jam 4 pagi, sampai kadang jam 1 malam,” ujarnya.

Meskipun dalam kondisi darurat, lanjut Eka, ia dan relawan lain berupaya menyajikan menu makanan yang bersih dan enak untuk para pengungsi. Asupan Gizinya pun diperhatikan betul agar pengungsi tetap dalam kondisi sehat.

“Kasihan mereka karena tidak sedikit yang kehilangan seluruh harta benda akibat banjir,” tuturnya.

Senada, Santika (28) relawan asal Kecamatan Moyo Hilir, Sumbawa menuturkan meskipun capek, ia tetap bertekad menyelesaikan tugasnya hingga masa tanggap darurat selesai.

“Senang sekali Ibu Mensos mau ikut memasak dan makan makanan untuk pengungsi bersama kami. Mudah-mudahan Ibu tidak kapok,” ujarnya sambil terkekeh.

Sementara itu anggota Tagana asal Kabupaten Bima, Rusli (41) mengatakan dukungan moril yang diberikan Mensos sangat berarti bagi mereka, mengingat hampir semua relawan meninggalkan keluarganya untuk menbantu penanganan pengungsi banjir.

“Saya datang kesini sama 10 orang Tagana lain dari Bima naik motor boncengan lebih dari 10 jam. Pokoknya saya bisa bantu apa saja,” pungkasnya.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here