KOTA MALANG – Hari ini di grup facebook maupun pesan berantai whatsapp beredar kabar berlakunya sistem penilangan elektronik. Warga pun banyak yang kaget dengan pemberitaan mendadak via sosial media ini. Mereka belum dengar sistem Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) di Kota Malang itu.

“Buat dulur-dulur semua, hati-hati di jln poros mulai dari sabilillah sampai alun-alun Kota Malang, sudah di terapkan tilang elektronik. Jangan main hp, jangan lewati garis rambu traffic light, roda dua lewat jalur lambat ya!. Jangan lupa pasang sabuk pengaman! Hari ini mulai *UJI COBA*. Untuk sementara masih jalur KTL mulai dari sabilillah sampai alun-alun atau sarinah, berikut nya diterapkan di seluruh Kota Malang,” tulis sebuah akun di laman grup Facebook.

Menanggapi hal ini, dengan tegas Kapolres Malang kota, AKBP Asfuri mengatakan bahwa hal tersebut tidak benar. Belum ada penerapan sistem E-TLE terutama di ruas jalan yang disebutkan.

“Itu softwarenya belum ada, bukan hoax itu sebenarnya sudah disosialisasikan tapi belum ada. Itu kan sudah tahun 2018 diviralkan lagi,” tegas Asfuri.

Kasatlantas Polres Malang Kota, AKP Ari Galang Saputro saat dikonfirmasi tak mengetahui siapa yang menyebarkan berita ini. Namun ia menegaskan bahwa E-TLE masih menunggu adanya software dan belum ada uji coba.

“Saya sendiri tidak tahu. Tapi meskipun belum diterapkan saya imbau agar masyarakat tetap patuh. Karena ini bukan masalah tilang saja. Tapi juga keselamatan,” bebernya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Istimewa
Penyunting: Fia

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.