youtube@Teras Production

MALANGTODAY.NET – Sebuah video berdurasi 12 detik tiba-tiba menjadi viral dan menghebohkan para netizen. Di dalam video tersebut tampak seorang laki-laki yang tengah duduk di atas kursi dengan keadaan telanjang dada di tempat umum yang diduga di Bandara Adisutjipto Yogyakarta.

Pria tersebut diketahui sebagai sopir taksi berbasis online yang diduga dihukum melepas baju dan duduk di muka umum karena melanggar kesepakatan, dimana ketahuan mengambil penumpang di Bandara.

Akun YouTube bernama Teras Production yang mengunggah video tersebut dengan judul “Perbuatan tidak Manusiawi terhadap driver taxi online di bandara Adisucipto Jogjakarta oleh oknum” pada hari Minggu 18 Juli 2017.

Tak hayal, video tersebut menuai beragam komentar para netizen.”Perbuatan yg sangat tdk manusiawi. sanksi tdk hrs mempermalukan org sampai sebegitunya,” tulis akun bernama Jenk Vrina.

Komentar senada dilontarkan oleh akun bernama Trisnanto Ambone.“Ga ada prikemanusiaan….. Yang maling uang rakyat aja ga diginikan, ini yg kerja halal malah diperlakukan semena mena….,” ujar Trisnanto.

Terkait viralnya video tersebut, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X meminta kepolisian menindak tegas para pelaku penelanjangan seorang sopir taksi berbasis aplikasi dalam jaringan di Bandara Adisutjipto Yogyakarta pada Minggu (18/6) malam.

“Saya mohon kalau itu sifatnya kriminalitas agar kepolisian mengambil tindakan,” kata Sultan di Dalem Ageng, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (20/6).

Diberitakan sebelumnya, seorang sopir taksi berbasis aplikasi dalam jaringan (daring) dipermalukan dengan ditelanjangi di depan umum oleh sekelompok orang lantaran diketahui hendak menaikkan penumpang di Bandara Adisutjipto Yogyakarta pada Minggu (18 /6) malam.

“Masak sampai seperti itu?. Itu sebenarnya tidak perlu terjadi,” kata Sultan yang sebelumnya mengaku belum mengetahui ihwal kejadian itu.

Ia menyesalkan peristiwa seperti itu sampai terjadi di Yogyakarta. Sultan menilai tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orang tersebut berlebihan dan telah keluar dari batas norma sosial sebagai masyarakat yang beradab.

“Masak kita sebagai masyarakat yang beradab seperti itu, itu tidak benar,” kata Sultan yang juga Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu. (Sumber: Antara)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.