Penembakan di Lubuklinggau, Kapolri: Kemampuan Diskresinya Tak Memadai
Ilustrasi tembak (Istimewa)

 MALANGTODAY.NET – Anggota Satuan Brimob Polda Jatim Brigadir Satu (Briptu) berinisial B-M (25) ditetapkan sebagai tersangka penembakan Dedi, mahasiswa Universitas Muhammdiyah Jember.

Dilansir dari Antara, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur Inspektur Jenderal Polisi Machfud Arifin dalam konferensi pers mengatakan pelaku adalah anggota polisi.

“Pelakunya adalah anggota polisi berpangkat Brigadir Satu yang merupakan anggota Satbrimob Polda Jatim dan yang bersangkutan sudah mengakui perbuatannya,” kata Machfud Arifin dalam jumpa pers di Mapolres Jember, Senin (13/3).

Machfud menggelar pers konference terkait pengungkapan kasus penembakan yang terjadi di depan Pertokoan Eks Hardy’s Plaza di Jalan Raya Sultan Agung, Kabupaten Jember. Kasus tersebut menewaskan Dedi (25) mahasiswa asal Bima, Nusa Tenggara Barat pada Sabtu (11/3) pukul 02.00 WIB.

Kejadian itu berawal saat korban Dedi berboncengan dengan Rama yang juga anggota polisi di Kepolisian Sektor Bondowoso dan ada sebuah kendaraan Honda Jazz yang berhimpitan, sehingga korban merasa dihalang-halangi dan menghentikan mobil Honda Jazz itu.

“Berawal kejadian dari proses iring-iringan kendaraan di jalan raya, kemudian ada kesalah-pahaman yang menyebabkan terjadinya pertengkaran dan ada gesekan fisik yang berakibat terjadi letusan (tembakan),” tuturnya.

Menurutnya proses hukum akan tetap berjalan karena pihaknya tidak akan segan untuk mempidana anggota yang melakukan kesalahan, apalagi menyebabkan meninggalnya seseorang.

“Senjata tersebut adalah milik kesatuan dan saat peristiwa itu terjadi, tersangka lepas dinas dan tidak dalam tugas. Kasus itu tidak direncanakan karena spontanitas saja,” katanya.

Machfud menjelaskan sebanyak empat orang yang berada di dalam mobil Honda Jazz tersebut dan semuanya adalah warga sipil, kecuali tersangka yang merupakan anggota Polri.

“Tidak ada penambahan tersangka karena yang bersangkutan sudah mengakui bahwa senjata itu miliknya dan berdasarkan sejumlah keterangan saksi, serta bukti-bukti yang ditemukan , sehingga tersangka akan dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan junto pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan meninggalnya seseorang,” ujarnya.

Saat ditanya bagaimana polisi menangkap pelaku penembakan itu, Kapolda Jatim enggan menjelaskan secara rinci kepada wartawan dan menyampaikan pelaku sudah dibawa ke Mapolres Jember untuk diproses hukum.

Sejumlah barang bukti yang disita polisi di antaranya satu unit mobil Honda jazz warna silver dengan nomor polisi P-1315-MA yang diubah menjadi N-573-RE, satu unit sepeda motor Suzuki smash warna hitam biru bernopol EA-2617-SF, satu buah helm standart warna hitam milik korban yang terdapat bercak darah.

‪Selain itu, sebuah sandal gunung merk ardiles warna hitam milik korban, satu pucuk senjata api genggam jenis revolver merk COD dengan Nomor senpi
646200 dengan 5 butir amunisi revolver.‬

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here