MALANG KOTA – Spirit Arema meraih juara masih membara. Kans itu masih sangat terbuka. Asalkan, sisa 15 laga yang dimiliki skuad berjuluk Singo Edan dilalui dengan maksimal. Artinya, minimal seri pada laga away dan menang di kandang.

Nah, laga terdekat yang mutlak harus menang saat menjamu PSM Makassar di Stadion Kanjuruhan malam nanti (kick-off 18.30). Pada laga ini, Singo Edan harus ”menerkam” Juku Eja, julukan PSM.

Kemenangan sangat berarti untuk memperpendek selisih poin dengan pemuncak klasemen sementara Bali United. Kini tim asal Pulau Dewata itu sudah mengemas 48 poin dari 20 pertandingan. Sementara Arema baru 30 poin dari 19 laga. Ada margin 18 poin.

Jika menang, peluang untuk mengejar ketertinggalan akan semakin terbuka. Namun, jika gagal, Singo Edan bisa tergelincir ke posisi 9 klasemen sementara. Sebab, persaingan semua tim di papan tengah saat ini sangat kompetitif.

Pelatih Arema FC Milomir Seslija menyatakan, para pemain harus ingat pada posisi tujuh hari lalu sebelum menang 4-0 atas PSS Sleman (24/9). ”Posisi Arema saat itu sedang sulit dan sekarang kami dalam posisi lebih bagus. Maka harusnya besok (hari ini) melawan PSM bisa berjalan lebih baik,” kata dia.

Saat ini, pelatih yang akrab disapa Milo tersebut menjelaskan, semua pemain sangat bersemangat untuk bisa meneruskan tren positif kemenangan. Meski lawan yang datang kali ini diperkirakan bakal lebih sulit dikalahkan. Hal tersebut, jika melihat hasil laga yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan dua edisi Liga 1 lalu.

Pada 2017 Arema ditahan imbang 3-3, dan di 2018 lagi-lagi seri 1-1. ”Jika dua tahun lalu Arema tidak bisa mengalahkan PSM, maka hari ini harus bisa, kuncinya Arema harus bermain lebih bagus daripada PSM,” kata pelatih berusia 55 tahun itu.

Milo tahu kemampuan Juku Eja, julukan PSM Makassar saat ini. ”Mereka dapat memainkan sepak bola yang bagus,” kata pelatih dengan lisensi UEFA Pro itu. Selain secara kolektivitas tim, PSM juga diisi sederet pemain lokal dan asing yang berkualitas.

”Ada Benny (Wahyudi), Marc Klok, (Rizki) Pellu, dan pemain lainnya. Namun, kami akan menerapkan taktik untuk menahan kualitas mereka,” kata pelatih terbaik Bosnia-Herzegovina 2006 itu. Untuk meredam perlawanan tim asal Sulawesi Selatan itu, Milo sudah menyiapkan formula.

”Kuncinya adalah lari dan bertarung lebih banyak dari lawan, selain itu pemain harus pintar melihat peluang untuk mencetak gol. Kunci yang simpel menurut saya,” kata mantan pelatih Madura United tersebut. Milo pun optimistis di laga kali ini.

Apalagi jika melihat kondisi PSM saat ini. Juku Eja saat ini sedang babak belur setelah dua kali kalah di laga tandang. Mulai kalah 1-2 saat melawan Semen Padang, dan kalah 1-3 saat melawan Persipura Jayapura. Beberapa pemain inti juga harus absen.

Seperti Willem Jan Pluim, Abdurrahman, Bayu Gatra, Guy Junior serta Amido Balde yang diragukan bermain. ”Kami tahu mereka sedang ada masalah (beberapa pemain absen), tapi kami juga ada masalah,” kata Milo.

Sebab, pada laga ini Arema ditinggal Dendi Santoso dan Hanif Sjahbandi yang bergabung dengan Timnas Indonesia.

”Tapi ini akan menjadi kesempatan bagi pemain lainnya untuk bermain,” kata Milo. Beberapa pemain pun disiapkan. Seperti Rivaldi Bawuo yang mengisi posisi Dendi. Sedangkan posisi Hanif masih ada Jayus Hariono atau Takafumi Akahoshi.

Pelatih PSM Makassar Darije Kalezic tahu, timnya bakal tetap menghadapi salah satu tim terbaik di Liga 1 ini. ”Ya, kami melawan tim yang cukup bagus, dan kami respek itu. Ini akan menjadi pertandingan yang bagus dan berlangsung keras nantinya,” kata dia.

Saat ini, Ferdinand Sinaga dkk juga punya motivasi besar untuk menang. Mereka ingin bisa memutus hasil minor yang mendera saat laga tandang. ”Pemain akan menunjukkan rasa lapar untuk memainkan pertandingan yang bagus dan menang,” kata Kalezic.

Menurut dia, di Liga 1 ini PSM tidak punya catatan yang buruk saat laga away. Ada banyak faktor yang membuat timnya, gagal meraih poin di luar kandang. ”Ada banyak faktor, beberapa bisa kami cari solusi dan beberapa tidak bisa kami kerjakan,” kata pelatih berkebangsaan Bosnia-Herzegovina itu.

Baginya, saat ini yang penting adalah rasa ingin menang di luar kandang harus dimiliki para pemain. ”Itu yang terus saya tekankan.

Sebab, taktik dan skill saja saat ini tidak cukup untuk mengalahkan tim lain,” kata pelatih berusia 49 tahun itu. Seperti saat melawan Arema hari ini, Kalezic ingin, anak asuhnya berjuang lebih keras dibandingkan pemain Arema.

Pewarta : Aris Dwi Kuncoro
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Abdul Muntholib

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.