MALANG KOTA – Presiden Joko Widodo belum lama ini menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 63 Tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia. Perpres ini mengatur tentang kewajiban menggunakan bahasa Indonesia untuk produk barang dan jasa yang beredar di tanah air.

Termasuk di dalamnya penggunaan nama hotel-hotel. Lalu, seperti apa respon hotel-hotel di Kota Malang?

Lucienne Anhar, Managing Director Tugu Hotels & Restaurants, salah satu hotel bintang lima di Malang menyebut pihaknya tidak keberatan sama sekali dengan Perpres ini. “Kami sebagai grup selalu mematuhi peraturan pemerintah sebagai bentuk ketaatan hukum. Jadi, kami jelas mendukung,” tutur Lucienne.

Dalam hal ini, hotel Tugu mengaku dengan senang hati mengikuti regulasi yang diharuskan. “Karena misi Tugu Hotels & Restaurants adalah untuk menghidupkan kembali seni, sejarah, dan romansa Indonesia, yang dalam implementasinya banyak menggunakan Bahasa Indonesia,” tutupnya.

Hal senada disampaikan Ledya Shelfy, Sales & Marketing Manager Hotel THE 1O1 Malang OJ. Dia menyambut baik Perpres ini.

“Kalau saya sendiri melihatnya positif banget. Kita harus bangga berbahasa Indonesia. Karena itu adalah identitas bangsa,” sebutnya.

Shelfy menyebut penerapannya mungkin butuh waktu. “Tapi mengukuti perkembangan zaman yang sekarang ini pasti akan lebih mudah dengan pengaplikasian di beberapa sektor. Dengan ini juga bisa lebih mengenalkan bahasa kita ke depan,” tutupnya.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Istimewa
Editor : Indra M

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.