SD Negeri 8 Palangka Raya terbakar. (Facebook/Marcos Tuwan).

MALANGTODAY.NET – Puluhan polisi bersenjata lengkap yang berasal dari Mabes Polri, Polda Kalimantan Tengah dan Polres Palangka Raya menangkap sejumlah orang yang diduga terlibat dalam kasus pembakaran sekolah dasar di daerah itu.

“Saya dijemput anggota brimob menggunakan senjata lengkap dari rumah untuk menyaksikan penangkapan empat orang yang katanya terlibat kasus pembakaran sekolah,” kata Ketua RW 02/RT 02, Yanto di Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut di Palangka Raya, Senin (21/8).

Selain empat orang yang diamankan, polisi juga mengamankan sebuah jerigen, botol minuman 150 mililiter berbau bekas minyak tanah.

Kemudian sejumlah berkas berupa buku yang berada di kediaman Nora alias Ahmad Gajali serta pakaian organisasi diduga bertuliskan Gerdayak juga turut dibawa pihak kepolisian sebagai barang bukti.

“Saya disuruh menyaksikan dan menandatangani sebuah surat serta menggeledah surat beberapa ruangan rumah milik Pak Yansen Binti yang dihuni oleh Nora dan keluarganya,” katanya.

BACA JUGA: Kebakaran Beruntun SDN di Palangka Raya, Sengaja Dibakar?

Selain Yanto, Resto Ketua RT 02/RW 02 yang tinggal di Jalan Rasak mengatakan hal yang sama. Ia menjelaskan dirinya juga diminta aparat kepolisian yang mengaku dari Mabes Polri serta kepolisian daerah setempat untuk menyaksikan penangkapan terhadap beberapa orang tersebut.

“Kejadiannya itu sekitar pukul 16.00 WIB. Dimana polisi mengamankan sebuah jerigen dan satu botol minuman bekas berisi minyak tanah. Saya juga disuruh mencium jerigen yang diduga bekas minyak tanah,” ucapnya.

Di lokasi yang sama, Sari istri dari Nora yang diamankan polisi juga bingung melihat aksi yang dilakukan kepolisian. Ia sempat beberapa kali menanyakan kepada petugas apa tujuan mereka menggeledah kediamannya yang berada di Jalan Diponegoro.

“Saya juga bingung mengapa mereka mengerebek rumah kami. Suami dan rekan-rekannya juga diamankan. Kemudian handphone milik saya juga turut diamankan pihak kepolisian,” jelas dia di hadapan awak media usai kejadian tersebut.

Sedangkan, Kabid Humas Polda Kalteng, AKBP Pambudi Rahayu saat dihubungi melalui via telepon mengatakan dirinya juga belum mengetahui apa yang dilakukan anggota sore tadi.

“Iya mas saya belum mengetahui masalah itu. Ini saya sedang berada di perjalanan mau menanyakan kegiatan apa yang anggota Polda lakukan. Karena saya belum terima informasi itu dan saya mau cari tau dulu,” kata Pambudi. Demikian dikutip dari Antara.(zuk)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here