KOTA BATU – Lomba Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ) 10 juz gelaran Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) IX telah selesai di hari keempat dan satu hari lebih cepat dari jadwal. Hal ini dikarenakan penggunaan sistem ranking pada lomba MHQ sehingga juri juga ikut dimudahkan dalam sistem penilaian.

“Lebih efisien dan praktis. Untuk kedepannya bisa kita gunakan sistem ranking lagi karena ini memang pertama kali digunakan,” jelas Imamul Muttaqin Penanggung Jawab Lomba MHQ 10 juz.

Imam menjelaskan, sistem ranking yang digunakan mengacu pada cara penilaian lomba Hafidz Alquran di Mekkah. Selain menghilangkan sistem eliminasi, perhitungan pada tahfiz, tajwid, dan kefasihan tinggal menyesuaikan dengan poin yang diperoleh. “Sebelumnya kami masih menggunakan sistem seleksi dan perhitungan tiap peserta setidaknya masih memerlukan waktu sekitar 15 menit. Namun sistem ranking ini penilaiannya hanya 7 menit,” jelas Imam.

Disinggung terkait juara, Imam menjelaskan untuk putra juara pertama diraih oleh M Muhtaram Syarif mahasiswa Uin Sultan Syarif Kasim Riau, untuk juara kedua diraih oleh Ibrahim Abdul Jabbar mahasiswa asal UIN Gunung Djati Bandung, dan untuk juara 3 diraih oleh As’ad Syaifullah mahasiswa asal IAIN Langsa. Untuk juara pertama putri diraih oleh Khairun Nasyra majasiswa UIN Ar-Rainiry Aceh, juara dua diraih oleh Nazlyany Hasibuan mahasiswa Sumatra Utara Medan, sedangkan untuk juara ketiga diraih oleh Zulva Hurin’in mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang.

Pewarta : Choirul Anwar
Foto : Choirul Anwar
Penyunting: Fia

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.