MALANGTODAY.NET – Istri Ismail Hidayah,  Bibi Resemjam (41) meminta perlindungan ke Mapolres Situbondo. Ia merasa keluarganya sedang dalam posisi terancam.

Permohonan perlindungan untuk wanita yang akrab disapa Neng itu telah disampaikan melalui sebuah surat, yang diantar oleh kuasa hukumnya, Asman Afif Ramadhan, ke Polres Situbond

“Hari ini kita meminta perlindungan untuk Ibu Neng, karena merasa terancam. Sebab ada beberapa orang-orang Kanjeng Dimas yang belum tertangkap, khawatir melakukan hal-hal membahayakan,” kata Asman, Senin (03/10).

Proses hukum yang dijalani tersangka pembunuhan dan penipuan Taat Pribadi dan pengikutnya, menurut Asman, sangat penting melindungi saksi-saksi kunci. Termasuk terhadap Bibi Resemjan, yang dianggapnya banyak mengetahui seluk beluk Padepokan Dimas Kanjeng.

Sejak tertangkapnya pelaku pembunuhan Ismail Hidayah, Asman mengatakan, warga Desa Wringinanom, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur,  kerap menerima SMS dan telepon dari sejumlah pengikut Padepokan Dimas Kanjeng.

“Kita juga akan melaporkan Dimas Kanjeng terkait kasus penipuan dan penggelapan ke Polres Probolinggo. Alat bukti masih diinventarisir dan kerugian masih kita hitung,” papar Asman.

Semnetara itu, Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP I Gede Lila Buana Arta mengatakan akan menindaklanjuti permohonan perlindungan untuk Neng.

“Permohonan perlindungan itu pasti kita tindak lanjuti. Saya akan segera sampaikan ini kepada Bapak Kapolres,” kata Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP I Gede Lila Buana Arta.

“Untuk teknis pengamanannya belum ditentukan. Yang pasti kepolisian akan memberikan pengamanan,” tegas AKP I Gede Lila Buana Arta.

Ismail merupakan nama salah seorang pengikut awal Dimas Kanjeng. Ismail Hidayah sendiri dinyatakan hilang 2 Februari 2015 lalu. Jasadnya ditemukan di Tegalsiwalan, Probolinggo. (dtk/ind)

 

Berikan tanggapan Anda