JawaPos.com – Pengurus Ampera (Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Rantau) Sumatera Barat (Barat) sowan ke Sekretaris Jenderal DPD RI Reydonnyzar Moenek, Jumat (12/7). Kedatangan mereka dalam rangka curhat terkait kurang signifikannya pembangunan di Sumbar.

Ketua Ampera, Rizki merasa pembangunan di Sumbar kurang menyentuh kepentingan publik. Selain itu, sektor pertanian juga belum banyak dibenahi.

“Sekarang harga sawit anjlok. Bagaimana mau upah orang? Harganya enggak cocok. Masyarakat jadi tambah susah,” tutur Husnul Qori.

Rombongan milenial berharap, Donny – panggilan akrab Reydonnyzar – dapat memberikan solusi atas aspirasi yang mereka sampaikan. “Saya baca tentang Pak Donny, saya salut akan tulisan-tulisan Pak Donny hingga masuk di jurnal internasional. Punya jaringan luas. Orang birokrasi yang disiplin. Saya berharap, Bapak juga maju di Pilkada Sumbar 2020. Dan bisa memajukan pendidikan Sumbar,” imbuh Arfino.

Mendengar curhat para milenial ini, Donny melihat salah satu sumber masalah di Sumbar yakni tidak digunakannya konsep pembangunan ekonomi regional. Inilah yang menyebabkan adanya ketimpangan.

“Yang terjadi adalah regional inbalances. Itulah makanya perlu ada intervensi dari gubernur. Gubernur harus respons cepat,” kata Donny melalui keterangan tertulis kepada JawaPos.com, Sabtu (14/7).

Diskusi semakin berkembang dalam suasana akrab dan hangat. Persoalan seperti ekonomi, pariwisata, peluang investasi, kebudayaan, kesehatan, serta pendidikan Sumbar menjadi perhatian khusus.

Mahasiswa sepakat untuk terus memberikan informasi dan menjalin komunikasi dengan Donny. Turut mendampingi Donny dalam kesempatan tersebut, Staf Ahli Sekjen DPD RI Jose Rizal dan Ahmad Averus.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.