Teknologi Berkembang Sangat Pesat, “Smart City” Belum Ada?
Ketua Asosiasi Prakarsa Indonesia Cerdas (APIC), Suhono Harso Supangkat di Hotel Aria Gajayana Malang (Yoga)

MALANGTODAY.NET  – Perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini sudah tidak dapat dipungkiri lagi. Hal ini nampaknya semakin berpengaruh pada perkembangan pembangunan daerah, sehingga berbagai pemerintah daerah banyak melirik untuk membuat konsep Smart City.

Ketua Asosiasi Prakarsa Indonesia Cerdas (APIC), Suhono Harso Supangkat mengungkapkan, meski begitu, masih ada beberapa persyaratan yang harus terpenuhi terlebih dahulu sebelum diakui sebagai Smart City.

“Kota yang didukung oleh teknologi masih belum cukup untuk disebut Smart City,” tandasnya.

Sepengetahuannya, hingga saat ini, di Indonesia belum ada kota yang sudah bisa disebut sebagai Smart City. Sebab kota yang dikatakan Smart City itu, adalah kota yang bisa mengelola sumber dayanya, sehingga warganya bisa hidup aman, nyaman, dan bahagia berkelanjutan.

“Rata-rata semua kota masih dalam proses menuju ke sana,” paparnya.

Untuk itu, saat ini Smart City masih menjadi tantangan bersama mulai dari kepala daerah hingga masyarakat untuk menemukan solusi inovatif, terintregasi, berkelanjutan.

“Masih perlu untuk menyediakan infrastruktur dan layanan kota, yang dapat meningkatkan kualitas hidup warganya secara efektif dan efisien melalui penerapan manajemen yang baik,” jelasnya.

Perlu diketahui, Suhono Harso Supangkat dalam kesempatan ini didapuk sebagai pembicara dalam Seminar Nasional Terapan Riset Inovatif 2017 bertemakan ‘Smart Technology for Enhancing The National Competitiveness’ (Teknologi Cerdas untuk Meningkatkan Daya Saing Nasional) yang dilaksanakan oleh Forum Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) dari empat politeknik, dimana kali ini Politeknik Negeri Malang (Polinema) menjadi tuan rumahnya.

“Seminar nasional ini merupakan wadah untuk berkumpulnya para peneliti untuk saling berbagi informasi hasil penelitian dan juga pembentukan networking hingga ada kerjasama penelitian,” kata Ketua Pelaksana M. Sarosa. (Yog/Ans)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda