MALANG KOTA – Keberadaan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) di tingkat pusat juga eksis di Kota Malang. Organisasi yang dibentuk untuk tujuan meredam gejolak konflik horizontal di masyarakat ini sudah mulai aktif melakukan sosialisasi ke masyarakat. Seperti yang dilakukan Kamis (11/10) lalu di kantor Kecamatan Lowokwaru.

Ketua FPK Kota Malang Dayat Suhendar menerangkan bahwa sudah menjadi kewajiban sebagai anggota masyarakat untuk turut menjaga ketertiban bermasyarakat. ”Tugas kita juga untuk menertibkan masyarakat di sekitar kita. Salah satunya dengan pendekatan ke suku-suku yang ada, bisa saja dengan jalan kesenian dan bertukar pikiran,” kata Dayat.

Dia menambahkan bahwa ini bukan tujuan pribadinya semata. ”Bulan September lalu Pak Wagub (Emil Dardak) selaku pembina tingkat provinsi, yang menyarankan. Bahwa setiap kecamatan dan kelurahan untuk membentuk FPK. Jadi kami minta tolong kepada Bapak-Bapak sekalian untuk disiapkan tokoh-tokoh di kelurahannya masing-masing,” imbuh pria berusia 77 tahun itu.

Dia menambahkan bahwa sejauh ini masih 9 suku dan etnis yang baru bergabung di Kota Malang. ”Sejauh ini masih suku Minang, Jawa, Padang, Lampung, Sunda, Dayak, Ambon, Tionghoa, dan dari Nusa Tenggara saja yang masih bergabung,” ungkapnya saat ditemui Radar Malang. ”Saya yakin Kota Malang punya suku dan etnis yang lebih dari itu. Masih banyak suku dan etnis lainnya yang belum bergabung,” katanya.

Perlu diketahui, anggota FPK Kota Malang baru beranggotakan 17 orang saja. Sebab, FPK Kota Malang baru resmi dibentuk pada tahun 2018 lalu. ”Ya tujuannya agar bisa menyelesaikan permasalahan sosial lintas suku di bidang sosial dan politik. Juga menghindari gesekan ataupun konflik antarras,” terangnya.

Sementara itu, audiensi  ini dihadiri oleh seluruh anggota FPK, Camat Lowokwaru Imam Badar, Kepala Bidang (Kabid) Integrasi Bangsa Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang Tony Noermawan, dan seluruh lurah (atau perwakilan) se-Kecamatan Lowokwaru.

”Hal ini sangat baik karena terdiri dari beberapa tokoh lintas suku dan etnis di dalamnya. Mudah-mudahan terbentuknya FPK ini menjadi wadah untuk membangun bangsa yang berbhinneka,” sambut Imam. Terpisah, Kabid Integrasi Bangsa, Bakesbangpol Kota Malang, Tony Noermawan turut memberikan pandangannya terkait tujuan FPK ini.

”Kami di sini sebagai perwakilan dari pihak pemerintah, mendukung dan mewadahi masyarakat biar ada forum terkait kebangsaan. Tentunya tujuan untuk membangun NKRI berbhinneka dari FPK ini kan tujuan baik yang harus didukung,” tandas Tony. Dia menambahkan keberadaan FPK Kota Malang yang baru terbentuk tahun lalu ini telah mengantongi surat keputusan (SK) wali Kota Malang.

Perlu diketahui SK tersebut dengan Nomor 188.45/18535.73.112/2018 tentang Pembentukan Forum Pembauran Kebangsaan dan Dewan Pembina Forum Pembauran Kebangsaan Masa Bakti Tahun 2018–2021.

Pewarta : nr1
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Mardi Sampurno

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.