SELAIN mengungkap problem di Kota Malang, Ngopi Bareng Jawa Pos Radar Malang-DPRD Kota Malang yang di-support Social Palace Café Kamis lalu (12/9) itu juga merekomendasikan solusi. Salah satunya, eksekutif perlu memperbanyak pembangunan taman anak di Kota Pendidikan ini.

Pentingnya keberadaan taman itu disampaikan oleh Sugeng Winarno SSos MA, pakar komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). ”Banyak persoalan terselesaikan di ruang publik. Maka, penting adanya taman sehingga menjadi ruang komunikasi publik,” tutur Sugeng setelah Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad yang didapuk menjadi moderator mengawali diskusi.

Di hadapan 21 wakil rakyat, Sugeng menyatakan bahwa taman yang bagus bisa menjangkau semua kalangan. Mulai anak-anak, remaja, orang tua, hingga lanjut usia (lansia). ”Membangun taman sebagai media pertemuan warga, manfaatnya sangat besar,” kata dia.

Acara yang berlangsung selama dua jam, pukul 20.00–22.00, itu dihadiri lima fraksi dari total enam fraksi di DPRD Kota Malang. Fraksi PDIP dikomandoi oleh I Made Rian Diana Kartika yang juga sebagai ketua DPRD Kota Malang dan Wakil Ketua Fraksi Ahmad Wanedi bersama 4 orang anggotanya. Mereka adalah Nurul Setyowati, Amithya Ratnanggani, Lea Mahdarina, dan Harvad Kurniawan.

Sedangkan dari PKB tampak penasihat merangkap anggota Arief Wahyudi, Ketua FPKB Ahmad Farih Sulaiman, dan dua anggotanya yakni Fathol Arifin dan Hartatik.

Sementara dari Fraksi PKS tampil full team 6 orang. Ada Ketua Fraksi Trio Agus Purwono, Wakil Ketua Fraksi Asmualik, Sekretaris Fraksi Ahmad Fuad Rahman, dan tiga anggotanya Bayu Rekso Aji, Rokhmad, dan Akhdiyat Syabril Ulum.

Sedangkan Fraksi Damai (Demokrat- PAN-Perindo) dihadiri langsung oleh Ketua Fraksi Imron. Kemudian Wakil Ketua diwakili Pujianto (PAN), Sekretaris fraksi Lookh Makhfudz (PAN), dan Eko Hadi Purnomo (PAN). Terakhir dari Fraksi gabungan Golkar-Nasdem-PSI ada Sekretaris Fraksi Suryadi dan anggota fraksi Suyadi.

Selain Kum–sapaan Kurniawan Muhammad– dua orang lain turut memandu. Yakni, pengusaha sekaligus pemilik Social Palace Café Arie Aripin dan akademisi Sugeng Winarno.

Setelah Sugeng memaparkan pentingnya taman, Arie menceritakan keberhasilan beberapa daerah membangun taman. Salah satunya Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta.

”Lihat sekarang di Kalijodo, ramai dikunjungi. Menghilangkan kekumuhan di sana (Kalijodo), masyarakatnya senang wisata murah meriah, tidak perlu jauh juga,” kata Arie yang mengaku ikut mengucurkan dana CSR-nya untuk Kalijodo itu.

Arie menambahkan, seluruh kelurahan di Jakarta sudah punya taman bermain. Hal itu karena Pemprov DKI menganggap taman sebagai salah satu ruang penuh manfaat bagi warganya. ”Saya kan juga sudah mengeluarkan CSR satu boks taman bermain di Alun-Alun Malang. Kalau melihat CSR yang sama di daerah lain, semuanya kemudian dikembangkan,” imbuhnya.

Sementara politikus PAN Lookh Makhfudz menimpali, jargon Malang Kota Layak Anak sering dia dengar. Namun, ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Malang sangat kurang. Sebenarnya, Lookh ingin mengingatkan agar pemkot menambah taman bermain.

Tapi, dia khawatir disalahpahami. ”Bagaimana cara komunikasi yang harus kami sampaikan kepada eksekutif sehingga tidak melulu dikatakan tendensius,” ujarnya disambut tawa seisi kafe.

Politikus PKB Arief Wahyudi juga menegaskan perlunya taman bermain. Dia melihat Taman Slamet di Kecamatan Klojen bisa menjadi ruang bermain bagi anak-anak. ”Memang perlu taman untuk komunikasi anak,” tuturnya.

Sementara itu, politikus PKS Rokhmad, menyebut pentingnya kebahagiaan anak. Pria yang lama berkiprah sebagai pengajar itu mengatakan,  anak perlu senang, bahagia, dan mendapatkan rasa aman. ”Saya setuju, memang perlu untuk anak. Nah, sekarang Mas Arie ceritakan bagaimana di daerah lain itu kok bisa sukses? Saya butuh bocoran,” kata Rokhmad sembari tertawa.

Demikian juga politikus PDIP Amithya Ratnanggani. Dia sepakat dengan Arie Aripin bahwa Pemkot Malang perlu mengadopsi konsep di Jakarta. Dia ingat, pembangunan taman di Kalijodo yang dibangun mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok itu sempat ramai. ”Saya juga concern untuk persoalan anak,” kata ibu dua anak itu.

Mia–sapaan akrabnya– menambahkan, Ahok berhasil mengubah Kalijodo menjadi taman karena kerap menggalang komunikasi. Semua pihak yang terlibat di Kalijodo diajak berkomunikasi.

Selain itu, juga perlu transparansi. Misalnya, untuk membuat sebuah perubahan di Jakarta, kata Mia, Ahok tidak melulu berangkat dari cara berpikirnya sendiri. Akademisi, masyarakat, dan banyak pihak dilibatkan. ”Mungkin yang seperti itu bisa diadopsi di sini (Kota Malang),” kata mantan Staf Ahli DPR RI itu.

Sementara itu, Ketua DPRD I Made Rian Diana Kartika menegaskan, anggota dewan ke depan akan menguatkan kebersamaan membangun Kota Malang. Dia berjanji akan memperbaiki apa yang kurang, termasuk pola komunikasi. ”Dewan kali ini menerapkan sistem baru. Sifatnya kebersamaan,” kata pria kelahiran Bali itu.

Pewarta : Fajrus Shidiq
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Mahmudan

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.