KOTA MALANG – Video lahar dingin dan awan hitam di sekitar Gunung Bromo pada Jumat (19/7) sempat mengegerkan masyarakat. Para pelancong yang sudah menjadwalkan keberangkatan ke Gunung Bromo tiba-tiba urung dan ketakutan. Hal ini juga mungkin dirasakan oleh Anda yang sudah memegang tiket Jazz Gunung Bromo bukan?

Untuk itu, radarmalang.id telah mengkonfirmasi kepada Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kejadian sebenarnya. Humas TNBTS, Sarif Hidayat menjelaskan bahwa erupsi Gunung Bromo merupakan kejadian alam yang sudah biasa terjadi. Bahkan di Bulan Februari dan Maret kemarin juga sudah terpantau erupsi.

“Itu Februari lalu, sekitar 2 minggu terlihat erupsi seperti itu, bulan Maret bahkan satu bulan. Itu sudah kejadian yang biasa, erupsi ada abu vulkanik hanya saja waktu itu kan kejadiannya bersamaan dengan hujan di daerah Kaldera, jadi seakan-akan kondisinya ada lahar dingin padahal bukan,” bebernya.

Morfologi Kaldera Tengger merupakan topografi rendah yang dikelilingi oleh perbukitan sehingga jika terjadi hujan aliran air akan bergerak ke arah dasar kaldera. Berdasarkan pantauan TNBTS keesokan harinya, Sabtu (20/7) bahkan kondisi Gunung Bromo sudah terpantau cerah.

“Sudah terpantau cerah ya. Baik-baik saja. Wisatawan aman mengunjungi Bromo asal tetap patuh pada imbauan PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Miyigasi Bencana Geologi) agar tidak mendekat ke kawah di radius 1 km,” tegas Sarif.

Lah itu masih nggak boleh 1 km? Berarti masih bahaya dong? Begini, jarak antara kawah dengan lokasi Jazz Gunung yakni Amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo lebih dari 4 km. Sehingga area perhelatan pastinya aman dong digunakan untuk perhelatan yang digelar pada 26-27 Juli 2019 ini. So, jangan ragu datang ya, ditunggu!.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: istimewa
Penyunting: Fia

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.