JawaPos.com – Rencana pemerintah merilis aturan validasi smartphone melalui International Mobile Equipment Identification (IMEI) mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Upaya tersebut dinilai tidak hanya mampu menekan peredaran smartphone black market alias BM, namun juga bisa meminimalkan angka kriminalitas dalam hal ini pencurian smartphone.

Lucky Sebastian, pengamat sekaligus gadget enthusiast dari Gadtorade menuturkan, ketika aturan jadi diteken dan diimplementasikan dalam waktu dekat, pemerintah bukan hanya diuntungkan dengan tertutupnya celah peredaran ponsel ilegal saja. “Nanti kalau sudah jalan (validasi IMEI), nggak ada lagi yang mau maling handphone. Buat apa, nggak bisa dipakai,” ujarnya saat dihubungi JawaPos.com.

Penilaian Lucky ini mengacu pada konsep aturan ponsel BM. Jika aturan sudah berlaku, masing-masing ponsel yang di dalamnya terdapat IMEI akan terdata. Sementara sistem yang bertugas menyimpan data tersebut rencananya bernama Sibina atau Sistem Informasi Basis Data IMEI Nasional. Sibina ini berada di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Perdagangan, serta operator telekomunikasi sebagai eksekutor.

Ke depannya, setiap smartphone akan melewati validasi nomor IMEI. Ketika nomor IMEI tidak terdaftar pada Sibina, smartphone terdeteksi ilegal dan tidak akan bisa digunakan untuk tersambung ke jaringan telekomunikasi selular operator mana pun. Termasuk layanan wifi yang disediakan penyedia jasa internet (ISP).

Lucky menerangkan, data IMEI ponsel jika sudah terintegerasi oleh tiga Kementerian dan operator seluler, ke depan juga bisa dimanfaatkan pihak berwajib untuk menekan angka kejahatan. “Kalau ada orang kehilangan ponsel, lapor, bisa langsung diblokir ponselnya, nggak bisa dipakai. Saat ini kan orang sampai rela mati demi menyelamatkan ponsel,” terangnya.

Dia menambahkan, setiap ponsel memiliki IMEI yang berbeda. Ketika perusahaan memproduksi sebuah ponsel, nomor IMEI-nya bakal langsung tercatat pada Global System for Mobile Communications Association (GSMA), yakni asosiasi yang mewadahi para pelaku industri telekomunikasi mobile di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dengan demikian, kalau aturan disahkan, aksi kloning IMEI yang saat ini kerap dilakukan oknum tidak bertanggung jawab untuk menyebar ponsel bisa ditekan. Tidak hanya BM, tetapi juga ponsel refurbished atau daur ulang, ponsel ilegal dan sebagainya.

Teknologi dan Penerapannya

Untuk validasi IMEI sendiri, pemerintah menggunakan teknologi mesin Device, Identification, Registration, and Blocking System (DIRBS). Menurut Lucky, teknologi tersebut merupakan besutan Qualcomm dan sudah diimplementasikan di Pakistan. Adapun sistem DIRBS sendiri merupakan platform open source.

Dalam blog resminya, Lucky juga menjelaskan terkait dengan mekanisme pembatasan ponsel BM dengan melakukan pemblokiran menggunakan IMEI oleh operator seluler. Sebagai pengetahuan dasar, setiap smartphone atau handphone, bahkan modem yang menggunakan SIM card yang bisa terhubung dengan layanan operator baik voice dan data, harus memiliki tanda pengenal berupa IMEI.

Jika smartphone mendukung dual SIM, maka perangkat juga memiliki dua buah nomor IMEI. Nomoe IMEI sendiri berupa 15 digit angka yang bisa kita lihat pada smartphone dengan mengetikkan *#06# di kolom dial telepon.

Setiap memasukkan SIM card dan menyalakan perangkat, operator telekomunikasi mengetahui IMEI perangkat yang digunakan. Termasuk posisi lokasi keberadaan pengguna. Dari identitas IMEI, operator juga akan tahu merek perangkat tersebut beserta tipenya.

Smartphone dikatakan aman apabila IMEI-nya terdaftar di Kemenperin, dan operator seluler serta dua kementerian lainnya, yakni Kemenkominfo dan Kementerian Perdagangan. Sebab, setiap smartphone resmi yang beredar di Indonesia akan didaftarkan nomor IMEI-nya ke database kementerian.

Adapun untuk mengecek sebuah smartphone terdaftar pada database, kamu bisa mengunjungi situs kemenperin: kemenperin.go.id/imei. Ke depannya akan ada aplikasi khusus untuk mengecek IMEI perangkat ponsel apakah terdaftar atau tidak, ilegal atau tidak.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.