JawaPos.com -Tim Pencari Fakta (TPF) bentukan Kapolri Jendral Tito Karnavian sudah memberikan keterangan soal penyelidikan kasus penyiraman air keras ke penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Ternyata, dalam penyelidikan itu, Novel memberikan beberapa syarat kepada TPF. Namun, beberapa persyaratan itu tidak ada satu pun yang bisa dipenuhi TPF.

Salah satu anggota TPF Hendardi mengatakan pihaknya hanya bertemu Novel sebanyak dua kali. Yaitu pada 8 Januari 2019 ketika pertemuan informal saat tim berkunjung dan bertemu dengan pimpinan KPK. Serta 7 Juli 2019 saat pertemuan formal saat tim meminta keterangan Novel dan memasukkannya dalam berita acara pemeriksaan.

“Dia (Novel) mau diinterview dan sebagainya, kooperatif. Namun seringkali kalau kita minta petunjuk apa yang dia inikan, beliau minta kalau itu harus dibentuk TGPF Presiden, memberikan syarat-syarat kepada kami yang tidak mungkin,” kata Hendardi di Mabes Polri, Rabu (17/7).

Kadiv Humas Polri Irjen Pol M. Iqbal (tengah) bersama Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kasus Novel Baswedan, Nur Kholis (kedua kiri) dan Anggota TGPF Hendardi (kedua kanan) memberikan keterangan pers saat rilis hasil investigasi TGPF Novel Baswedan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (17/7/2019). Dalam keterangannya TGPF kasus Novel Baswedan merekomendasikan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk mendalami sejumlah perkara tindak pidana korupsi yang pernah ditangani penyidik KPK tersebut serta membentuk tim teknis lapangan untuk melanjutkan hasil kerja TGPF. FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

Hendardi mengatakan selain syarat TGPF yang dibentuk oleh Presiden, Novel juga mengajukan syarat untuk mengungkap kasus kekerasan yang menimpa karyawan KPK. Pengajuan syarat Novel tidak dapat dipenuhi oleh tim pencari fakta karena bukan ranah mereka.  Menurutnya, kewenangan TPF hanyalah mengungkap kasus yang menyerang Novel.

“Atau (syaratnya) ungkap dulu seluruh kasus kekerasan yang terjadi terhadap pegawai KPK, itu bukan mandat kami. Tapi wajar saja permintaan itu sebagai seorang korban, tapi dia mau minta, mintanya jangan pada kami,” tuturnya.

Diketahui, TPF melaporkan hasil kerja selama enam bulan mengusut kasus Novel Baswedan. Namun sepanjang pemaparan hasil laporan di Mabes Polri, tim sama sekali tidak menyebut nama pelaku atau dalang penyerangan. TPF dalam penyelidikannya hanya menemukan fakta bahwa zat yang digunakan untuk menyiram Novel adalah kimia asam sulfat H2SO4. TPF meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk segera membentuk tim teknis lapangan untuk mengusut kasus itu. Nantinya tim teknis akan dipimpin oleh Kabareskrim Komjen Idham Azis.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.