KOTA MALANG – Malam ini di halaman Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Mergosono dipadati ribuan warga Malang raya peserta Arema Berdzikir dan Bersholawat. Sejumlah tokoh agama hadir dalam acara tersebut, salah satunya, KH. Abdul Wahid Gozhali.

Kyai yang menjabat sebagai Ketua Bidang Dakwah MUI Kabupaten Malang ini saat memberikan tausiyah mengatakan, sudah seharusnya orang muslim itu merangkul seluruh warga Indonesia meskipun berbeda agama, suku, ataupun pilihan dalam pilpres yang lalu.

“Sam lek ono seng non-muslim iku lek kesusahan opo mbok anggap musuh? lek ono seng nomor 01 dan 02, opo mbok anggep dulur? yo kabeh dianggap dulur,(kalau ada non muslim kesusahan apa kamu anggap musuh? Kalau ada yang nomor 01 dan 02 apa kamu anggap saudara? Semua harus dianggap saudara),” tuturnya disertai anggukan dari Jamaah Walisongo dan Aremania yang datang.

Selanjutnya, ia mengatakan, kalau ada pendukung tim Persebaya atau bonek sedang kesusahan, Aremania harus menolong bonek tersebut.

“Lek bonek merene motor e mogok? opo kudu ditulung sam utowo dijarno? yo kudu ditulung. Iku semua ukhuwa watoniyah atau persaudaraan antara manusia. Biar damai,” ujar sosok yang biasa disapa Gus Wahid Arema itu.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji yang juga hadir dalam acara tersebut berujar, kalau kota Malang bisa damai sampai saat ini dikarenakan doa-doa kyai dan ulama yang ada di kota Malang.

“Kita punya banyak perbedaan tapi sampai saat ini kota Malang tetap damai dan bersatu. Itu semua karena doa-doa para kyai yang tak tersentuh oleh politik,” ujar politikus partai Demokrat ini.

Dzikir dan salawatan ini sendiri, selain diisi oleh tausiyah juga ada pula santunan dari kepala BP2D Ade Herawanto atau Sam Ade d’kross kepada 17 yatim piatu dari Pondok Pesantren Suryalaya dan Walisongo.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Bob Bimantara Leander
Penyunting: Fia

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.