Ilustrasi Joko Widodo (kiri) dan Prabowo Subianto @Kumparan

MALANGTODAY.NET – Pasangan calon (paslon) nomor urut 02, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno baru-baru ini mencatatkan kenaikan signifikan dalam hal elektabilitas. Sebulan menjelang hari pencoblosan, paslon yang diusung kubu oposisi ini melejit ke angka 37,4 persen. Sebaliknya, Joko Widodo – Ma’ruf Amin malah turun hingga kurang dari 50 persen. Sinyal kemenangan oposisi?

Dilansir dari DetikNews, Rabu (20/3/2019), survei tersebut dirilis oleh Litbang Kompas melalui pengumpulan data sepanjang 22 Februari – 5 Maret 2019. Melihat hasil ini, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandi optimis Jokowi – Ma’ruf bisa dikalahkan.

“Dengan berbagai catatan yang mengiringi, survei Kompas menjadi bukti bahwa Jokowi-Ma’ruf masih belum aman dan potensial untuk dikalahkan. Hal ini juga kelihatannya dirasakan dan diketahui oleh Jokowi,” kata juru bicara BPN, Saleh Daulay.

Hasil itu membuat mausng-masing paslon setidaknya menggantungkan peruntungannya kepada undecided voters atau pemilih yang belum memutuskan pemilihannya. Saleh optimis bahwa undecided voters akan menjatuhkan pilihannya pada paslon nomor urut 02 itu.

Optimisme itu terlihat ketika Saleh membandingkan hasil survei Litbang Kompas yang sebelumnya dirilis pada Oktober 2018 lalu. Saat itu, jumlah undecided voters lebih banyak dari hasil survei terbaru. Dan pada saat yang bersamaan, selisih elektabilitas antara Jokowi dan Prabowo terpaut cukup jauh.

“Itu artinya, mereka yang merahasiakan pilihan cenderung akan menjatuhkan pilihan pada Prabowo – Sandi,” jelas jubir BPN itu.

Sementara itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf juga merasa optimis dengan keunggulan elektabilitas sebesar 11,8 persen. Jubir TKN, Ace Hasan Syadzily menyebut Prabowo – Sandi harus melakukan usaha luar biasa untuk bisa mengejar ketertinggalan itu.

“Selisih 11,8% dalam hitungan statistik merupakan angka yang signifikan. Memerlukan effort dan upaya yang luar biasa untuk dapat mengejar selisih itu. Untuk menaikkan 1% saja, jika mengacu pada tren survei Kompas, memerlukan waktu 1 bulan,” tandas Ace. (sig)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.