Stop Bully Anak Down Syndrome Karena Alasan Berikut!
anak dengan down syndrome © 2017 Vittalia

MALANGTODAY.NET – Anak-anak dengan Down Syndrom acap kali dipandang sebelah mata di masyarakat, lantaran keawaman seseorang dalam menyikapi kondisi tersebut.

Sebuah organisasi Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) Yogyakarta, mengharapkan masyarakat tidak lagi memiliki stigma negatif maupun tindakan perundungan pada anak-anak DS, terlebih ketika anak-anak disabilitas tersebut bersosialisasi di masyarakat.

Kepada Antara, Ketua Pusat Informasi dan Kesehatan (PIK) Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) Yogyakarta, Sri Rejeki Ekasasi mengatakan bahwa,

“Masih ada saja stigma negatif terhadap anak dengan ‘down syndrome’ di masyarakat sehingga anak-anak itu rentan mengalami perundungan.”

Di sela-sela peringatan Hari Sindroma Down Dunia di Yogyakarta, Minggu (19/3), Ekasasi mengemukakan bahwasanya, perundungan pada anak-anak DS tersebut terjadi, karena masyarakat belum banyak memahami “down syndrome” sehingga kerap mengejek anak-anak tersebut dengan berbagai sebutan yang kurang baik.

“Padahal, anak-anak tersebut juga memiliki perasaan. Sebaiknya, masyarakat tidak gampang mengucapkan hal-hal tersebut karena anak-anak dengan ‘down syndrome’ juga memiliki kemampuan untuk bisa melakukan berbagai hal, sama seperti anak normal lainnya jika diberi kesempatan,” katanya.

Ekasasi menegaskan bahwa, potensi perundungan di masyarakat justru lebih besar, jika dibandingkan ketika anak-anak dengan down syndrome tersebut bersosialisasi di sekolah.

“Guru atau siswa di lingkungan sekolah biasanya sudah mengerti dan memahami kondisi teman mereka yang berkebutuhan khusus. Mereka biasanya justru membantu dan saling menghargai,” katanya.

Sebab itulah, bersama POTADS Yogyakarta, Ekasasi begitu gencar meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap down syndrome, dana akan terus melakukan sosialisasi, serta mengedukasi masyarakat.

“Untuk melakukan sosialisasi dibutuhkan usaha yang cukup besar karena kami pun harus terus menguatkan lembaga yang ada ini terlebih dulu,” katanya.


Di lain pihak, Ludyarto Wibowo selaku Ketua Panitia Hari Sidroma Down Dunia Yogyakarta pun berharap, agar masyarakat yang memiliki anak dengan down syndrome tidak lagi menyembunyikan keberadaan mereka.

“Orang tua terkadang merasa takut atau malu jika memiliki anak dengan down syndrome. Jika mereka berkumpul dengan komunitas yang sama, maka mereka bisa saling berbagi ilmu,” katanya.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here