Ingin Bangun Infrastruktur Tanpa Utang, Prabowo Dapat Dukungan Sri Mulyani
Sri Mulyani (Skanaa)

MALANGTODAY.NET – Pameran buku impor yang sering hadir di kota-kota besar di Indonesia, Big Bad Wolf yang kini hadir di Jakarta hingga 11 Maret 2019 mendatang kembali mendulang pertanyaan yang sama. Pertanyaan tersebut yakni mengapa buku impor yang dijual di sana begitu murah.

Mengenai hal ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani menduga bahwa miringnya harga ini dikarenakan tidak adanya bea masuk. Sri Mulyani menyatakan, jika ia mengenakan bea mahal untuk buku impor, maka ia akan banyak diprotes pecinta literasi di Indonesia.

“Kalau dikenakan bea masuk, mahal, (nanti saya) dimarahi literasi,” ujar Sri Mulyani dilansir dari Kompas.com (6/3/2019).

Wanita kelahiran Bandar Lampung ini  kemudian akan melanjutkan investigasi mengenai buku murah di BBW. Sampai saat ini, ia mengaku tidak mengetahui pasti apa penyebab murahnya praktik penjualan buku impor ini. Menurutnya, investigasi bisa dipusatkan di pajak impor atau bea masuk.

“Iya saya terus terang soal gitu harus investigasi. Saya juga suka buku, jadi suka perhatikan buku yang dijual bahkan dalam marketplace ataupun fisik, ada juga perbedaan. Kami lihat bagaimana praktik keseluruhan ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Dirjen Bea Cukai menyatakan pihaknya akan mengecek dokumen dari buku-buku impor yang dijual di BBW. Sebab, buku impor non ilmu pengetahuan pasti dikenakan bea masuk.

Sedangkan, buku-buku impor yang dijual di BBW tidak semuanya adalah buku ilmu pengetahuan. Buku anak-anak, desain, inspirasi, dan kesehatan banyak ditemukan disini. Harga jualnya pun tak berbeda jauh antara satu genre buku dengan lainnya. (AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.