Sri Mulyani Siap Evaluasi Insentif Perpajakan
Menkeu Sri Mulyani (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani mengatakan peluang ekonomi syariah di Indonesia masih belum 100 persen disentuh para pelaku ekonomi. Sampai sekarang, aset perbankan syariah hanya 5,8 persen, dari total aset perbankan nasional. Padahal, masyarakat Indonesia mayoritas merupakan muslim, yang sangat membutuhkan skema tersebut dalam merefleksikan perekonomian.

“Kendala utamanya, memang sumber daya manusia (SDM) kita yang kurang,” katanya dalam kuliah tamu di Universitas Muhammadiyah Malang, Rabu (28/12).

Meski begitu, lanjutnya, peluang itu harus segera ditangkap dan tidak membuat masyarakat Indonesia rendah diri. Sehingga, berbagai instrumen berbasis instrumen seperti perbankan, asuransi syariah, hingga penerbitan surat berharga atau sukuk dapat lebih ditingkatkan.

“Market syariah peluangnya sangat luar biasa, ini perlu lebih ditingkatkan,” sambung perempuan berambut pendek ini.

Instrumen ini menurutnya menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan masyarakat. Ke depan, dengan penetrasi yang lebih dalam, ditargetkan ekonomi syariah dapat menyentuh setiap lapisan masyarakat di seluruh Indonesia.

“Meskipun masih sangat minim, tapi potensi yang dimiliki setiap pulau di Indonesia ini luar biasa, itu yang harus lebih digali,” paparnya panjang.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here