Arema FC berfoto bersama dengan Persebaya@instagram.com/aremafcofficial/

MALANGTODAY.NET Laga sangat seru bakal tersaji di Stadion Kanjuruhan sore ini (kickoff pukul 15.30). Duel klasik antara Arema FC kontra Persebaya Surabaya akan menyuguhkan laga penuh drama dan sarat emosi.

Maklum saja, dua tim Jawa Timur ini  punya rivalitas cukup kental. Arema merasa harga dirinya tercabik-cabik jika kalah dari Persebaya. Sebaliknya, Bajul Ijo–julukan Persebaya– sangat gengsi dengan tim Arema yang usianya jauh lebih muda.

Nah, siapa yang superior? Jawabannya pada laga yang berlangsung 2×45 menit sore ini. Namun jika mengacu pada dua laga belakangan, Arema sangat dominan atas Persebaya.

Di awal 2019, Arema merebut trofi juara Piala Presiden setelah menyingkirkan Persebaya. Pada leg pertama di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Hamka Hamzah dkk memang hanya meraih hasil imbang 2-2. Namun leg kedua di Malang, Arema menekuk Persebaya dengan skor 2-0.

Begitu pula di Liga 2019. Arema masih unggul kelas. Saat ini tim berjuluk Singo Edan itu menempati posisi 6 klasemen sementara dengan raihan 19 poin. Sedangkan Persebaya menempati posisi 7 dengan koleksi 18 poin. Hanya, Arema baru bermain 12 kali dan Persebaya sudah menjalani 13 laga.

Pada laga sore ini, arek-arek Malang punya spirit yang berlipat di pertandingan kali ini. Tidak hanya karena lawannya adalah Persebaya. Namun, poin penuh kali ini sangat penting bagi Singo Edan.

Jika mendapatkan 3 poin posisi Arema bisa menyodok ke posisi 4 klasemen sementara. Para pemain sudah siap menghabisi Persebaya dengan pesta kemenangan.

Pelatih Arema FC Milomir Seslija mengaku, pertandingan nanti cukup seru. ”Persebaya adalah tim bagus dan ini adalah derby, tekanan pasti akan lebih besar,” kata pelatih yang akrab disapa Milo itu.

Jika dibandingkan dengan Piala Presiden lalu, dia melanjutkan, Persebaya saat ini lebih baik. Milo pun sudah memantau jauh-jauh sebelum hari pertandingan.

Mereka punya pemain yang cepat dan striker yang bagus. Namun, dia sudah mengantisipasinya. ”Ya, seperti Irfan Jaya (pemain Persebaya), punya kecepatan yang luar biasa,” kata pelatih dengan lisensi UEFA Pro itu.

Karena itu, Milo melanjutkan, jangan sampai memberikan ruang yang cukup pada Irfan Jaya. ”Karena jika memegang bola, pemain akan diajak lari cepat dan itu membunuh pemain,” kata Milo. Selain Irfan Jaya, ada Amido Balde.

Striker jangkung Persebaya ini bisa menjadi ancaman bagi pertahanan Arema. ”Mereka bagus dalam menyerang, tapi pertahanan tidak bagus untuk sebuah tim,” kata mantan pelatih Madura United tersebut.

Namun, Milo tidak terlalu khawatir. Sebab, Arema saat ini lebih komplet dibandingkan saat kalah 2-4 dari Kalteng Putra lalu. Hamka Hamzah dan Sylvano Comvalius sudah bergabung dengan tim.

Kondisi ini berbeda dengan Persebaya yang tidak diperkuat Hansamu Yama karena akumulasi kartu. ”Kami yakin dengan kemampuan dan kualitas tim kami untuk mengatasi Persebaya,” kata pelatih berkebangsaan Bosnia-Herzegovina itu.

Tanpa Hansamu, kekuatan pertahanan Persebaya mungkin akan tereduksi. Seperti saat kalah 1-2 dari PSM Makassar (21/7) dan hasil seri 2-2 saat melawan Madura United (10/8). Kedua pertandingan itu tanpa eks pemain Barito Putera tersebut.

”Kami memantau mereka, ada celah di lini pertahanan yang bisa kami explore,” kata Milo. Bermain di kandang sendiri sudah pasti bakal menggandakan semangat Hendro Siswanto dkk. ”Ya, besok (hari ini) akan lebih baik karena Aremania akan ada di belakang kami,” kata Milo.

Persiapan Persebaya Surabaya

Caretaker Persebaya Surabaya Bejo Sugiantoro menyebut, persiapan tim sudah siap sejak di Surabaya. ”Yang saya tekankan adalah mental, suasana udah senang itu adalah kunci kami menghadapi Arema,” kata dia.

Selama latihan, Bejo melanjutkan, juga berjalan dengan bagus. ”Hanya, mungkin ada sedikit transisi (dari pelatih Djajang Nurdjaman) kepada saya sebagai caretaker pasti ada pengaruh, dan tujuan saya 3 hari itu untuk mengembalikan mood pemain,” kata dia.

Sebab, Bejo melanjutkan, dengan mood yang baik akan membangun mental, skill, teknik, taktik Rachmat Irianto dkk akan bisa lebih mudah diaplikasikan. ”Pemain sudah mengerti dan bertekad untuk pertandingan ini,” kata dia.

Soal rivalitas, Bejo tidak mempermasalahkan. ”Pasti selalu ada antara rivalitas antara Surabaya dan Malang. Namun, kami punya cara sendiri untuk mengaplikasikan di lapangan,” kata dia. Soal sulit menang di Malang, Bejo juga mengakui hal itu.

”Saya juga bukan malaikat, jadi saya bukan one man show, saya tidak bisa sendiri butuh teman-teman untuk membantu tim ini. Dengan suasana bagus, pertandingan bagus, dan Persebaya akan bermain dengan ciri khasnya sendiri besok (sore ini),” kata mantan kapten Persebaya itu.

Menurut dia, Arema juga tim bagus, punya karakter dan gaya main sendiri. Persebaya juga punya karakter dan itu akan diaplikasikan di Malang. ”Kami datang ke sini dengan rivalitas pasti ingin menang, saya ingin tim ini ke depannya lebih mudah,” tandas Bejo.

Pewarta : Aris Dwi Kuncoro
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Abdul Muntholib

The post Habisi, Ker! appeared first on Radar Malang Online.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.