MALANG KOTA – Dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan di depan gedung Rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang, Jumat (16/8), mahasiswa menuntut pihak kampus untuk menurunkan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Lantas, apa respon dari kampus terkait tuntutan ini?

“Sebenarnya ini (tuntutan agar kampus menurunkan besaran UKT) disampaikan sejak lama. (Namun) Sesungguhnya bukan semata-mata besaran. Tapi mereka menuntut setiap jalur ada SK (Surat Keputusannya)-nya,” kata Wakil Rektor III UIN Maliki Malang Dr Isroqunnajah

Pasalnya, kata Gus Is, UKT mulai grade 1 sampai 7 yang diterapkan di UIN Malang itu sudah sesuai Peraturan Menteri Agama (PMA) No 7 tahun 2018 tentang Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi Pada Perguruan Tinggi Keagamaan negeri atau (SSBOPTN).

“Mereka (para pengunjuk rasa) ya juga tahu terkait biaya itu ya. UKT itu sudah sesuai aturan Peraturan Menteri Agama kalau di UIN ini. Grade 1 sampai 7 biayanya Rp 400 ribu sampai Rp 10 juta,” papar Gus Is, sapaan akrabnya.

Selain itu, kata Gus Is, pihak UIN Malang juga sebenarnya telah memberi kesempatan bagi maba UIN Malang yang ingin mengajukan keringanan UKT di semester tiga.

“Mereka juga tahu kalau UKT yang ditetapkan itu tidak baku atau tidak bisa dirubah. Kami setiap semester itu menerima usulan penurunan UKT dan selalu kami pelajari. Untuk maba bisa mengajukan di semester tiga,” papar Gus Is.

Sementara itu, koordinator lapangan unjuk rasa, Hafid Afiq menjelaskan tuntutannya terkait SK yang hanya bisa ke luar atas perintah rektor.

“Semuanya belum dipublikasikan sama pihak rektorat dan yang bisa mempublikasikan hanya dari pak rektor. Itu kami gunakan untuk mengkroscek berapa mahasiswa yang tergabung di grade 1? kalau seandainya banyak yang 5 atau 7 itu perlu dipertanyakan,” kata dia.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Bob Bimantara Leander
Editor : Indra Mufarendra

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.