Tersangka Beberkan Skenario Peledakan Bom Bali I, Ngeri!
Ali Imron (tengah), salah satu tersangka Bom Bali I @Inovasee

MALANGTODAY.NET – Tepat hari ini, 16 tahun yang lalu, Indonesia berduka. Salah satu tragedi yang ‘membunuh’ Indonesia, Bom Bali I, terjadi pada 12 Oktober 2002 di Paddy’s Pub dan Sari Club (SC), Legian, dan dekat Kantor Konsulat Amerika Serikat (AS). Ledakan ini berhasil menewaskan 202 korban jiwa dan 209 lainnya luka-luka. Peristiwa ini dinyatakan sebagai peristiwa terorisme terbesar dalam sejarah Indonesia.

Tercatat, ada 26 tersangka yang ditetapkan oleh kepolisian. Namun yang menjadi anggota inti dari terorisme ini adalah Imam Samudra, Mukhlas, Ali Imron, dan Amrozi. Dari keempat tersangka, tinggal Ali Imron yang masih hidup. Sedangkan ketiga tersangka lainnya sudah dieksekusi mati.

Baca Juga: Gak Sekedar Budaya, Tari Kecak Ternyata Mengandung Unsur Mistis!

Dilansir dari Republika, Ali Imron menceritakan dengan runut bagaimana kelompoknya itu merancang skenario peledakan Bom Bali I. Cerita ini bermula dari Mukhlas yang pulang dari Afghanistan setelah tinggal enam tahun di sana. Ia mengaku menerima sejumlah uang dari Osama bin Laden untuk menjalankan jihad di Indonesia.

Mukhlas kemudian mengajak Amrozi yang tak lain adalah kakak Ali Imron untuk merencanakan pengeboman di Bali. Ali pun diajak oleh kakaknya dan mereka bertemu di Solo dengan kelompok lainnya untuk membicarakan pembagian tugas. Saat pertemuan di Solo, Ali mengaku menolak melakukan pengeboman karena apa yang menimpa Afghanistan dilakukan oleh tentara sipil, sedangkan target operasi kali ini adalah masyarakat sipil yang tahu menahu.

Namun Mukhlas mengatakan pada Ali bahwa hal itu akan menjadi tanggung jawabnya.m “Itu tanggung jawab saya,” kata Ali menirukan ucapan Mukhlas kala itu.

Baca Juga: Amien Rais Ngaku Dimuliakan Penyidik, Mahfud MD: Sejak Awal Saya Bilang

Gagal Tepat Waktu
Gagal Tepat Waktu
Bom Bali 1 @Portal Berita Bisnis Wisata

Rencana awalnya adalah melakukan pengeboman pada 11 September 2002, tepat setahun setelah kejadian 9/11 WTC. Bom yang digunakan juga ada 3, yaitu bom mobil dengan berat satu ton, bom motor dengan berat 50 kilogram, dan bom rompi. Namun waktu tak memungkinkan sehingga pengeboman dilakukan pada 12 Oktober 2002. Sebelumnya, Amrozi dan Ali Imron sudah melakukan survei terlebih dahulu untuk menentukan tempat hiburan yang jadi sasaran peledakan.

Baca Juga: Fakta Rahasia Tentang Misi Apollo 7, Pembuka Jalan ke Bulan

Bom yang sudah jadi di Solo kemudian dikirim ke Bali pada 16 September 2002. Akan tetapi banyak hal yang tidak sesuai ekspektasi sehinga terjadi perubahan rencana. Rencana bom motor diganti bom jinjing dan bom mobil digantikan oleh Ali Imron yang mengantarkan pelaku bom bunuh diri di titik yang telah ditentukan.

“Jadi yang rencananya bawa bom mobil, baru bisa nyetir lurus doang. Yang rencananya bawa bom motor juga baru bisa kendarai sepeda motor, kalau yang rompi kan tinggal jalan aja. Yang nyetir mobil siap tapi harus saya antar karena belum lancar, itu sekitar 11 kilo saya antar. Tinggal 100 meter saya serahkan ke yang mau bunuh diri. Di sana saya ledakkan yang di Konsulat pakai remot handphone,” tukas Ali.


Penulis: Raka Iskandar
Editor: Raka Iskandar

Loading...