Ma'ruf Amin Sampaikan Belasungkawa Atas Insiden Lion Air JT 610
Ma'ruf Amin saat berkunjung ke Kota Malang@Rosita Shanaz/MalangTODAY.net

MALANGTODAY.NET – Pernyataan calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin tentang ‘budek dan ‘buta’ kini berbuntut panjang. Forum Disabilitas Jawa Barat yang tergabung dalam Forum Tunanetra Menggugat meminta pendamping Jokowi dalam Pilpres 2019 ini memohon maaf pada para penyandang disabilitas.

“Disengaja atau tidak, Pak KH Ma’ruf Amin itu saya kira tahu mana membedakan. Kalau bisa yang bersangkutan memohon maaf,” kata Ketua Bidang Organisasi Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Yudi Yusfar, dikutip dari CNN Indonesia, pada Selasa (13/11/2018).

Baca Juga: Pilkades Serentak di Kabupaten Malang Usai, Begini Hasilnya

Lebih lanjut, Yudi menyatakan bahwa pihaknya akan memberi Ma’ruf waktu 10 hari untuk meminta maaf. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan yang lebih signifikan jika sampai batas waktu yang sudah ditentukan tersebut Ma’ruf tidak meminta maaf.

“Paling tidak yang bersangkutan meminta maaf dalam waktu 10 hari sejak pernyataan pers ini disampaikan. Jika tidak ada permintaan maaf, kami akan bertindak lebih signifikan,” tegasnya.

Sebelumnya, Ma’ruf Amin diketahui menggunakan istilah budek dan buta untuk menyebut mereka yang tidak mau mengakui kinerja Jokowi selama menjabat sebagai presiden. Pernyataan yang dilontarkan Ma’ruf dalam sambutan deklarasi Barisan Nusantara itu ternyata dinilai menyinggung para penyandang disabilitas terutama tunanetra dan tunarungu.

Baca Juga: Wali Kota Malang Tegaskan Koperasi Harus Miliki Unit Usaha

Juru bicara Forum Tunanetra Menggugat, Suhendar, menyatakan bahwa pernyataan Ma’ruf tersebut sangatlah memprihatinkan. Ia menganggap pernyataan tersebut telah menciderai perjuangan kaum disabilitas dalam melawan stigma. Ia juga khawatir pernyatan politik dari Ma’ruf Amin ini akan menyudutkan kaum disabilitas.

“Kalaupun kemudian ada penjelasan dari beliau bahwa diksi yang dipakai itu konotatif, tidak dalam buta dan tuli yang sebenarnya, saya berharap kegiatan berpolitik juga dilaksanakan tanpa harus menyudutkan kelompok atau individu,” pungkasnya.


Penulis : Kistin S
Editor : Kistin S

Loading...