Sindir GNPF, Sujiwo Tejo :
Sujiwo Tejo @Berani News

MALANGTODAY.NET – Fenomena dukungan ulama di ajang Pemilihan Presiden 2019 (Pilpres 2019) mendatang menjadi sorotan beberapa kalangan masyarakat Indonesia. Salah satu tanggapan datang dari budayawan Sujiwo Tejo. Sujiwo dikenal sebagai sosok yang yang kerap mengkritisi fenomena politik yang kerap terjadi di Indonesia. Fenomena keterlibatan ulama di Pilpres pun tak luput dari perhatiannya.

Dalam suatu kesempatan, dalang edan tersebut diundang ke salah satu program televisi Indonesia Lawyers Club (ILC) sebagai panelis, Selasa (18/8/2018) lalu. Tema yang diusung adalah seputar Ijtima Ulama II dan dukungan Habib Rizieq Shihab pada pasangan Prabowo – Sandi di Pilpres 2019. Beberapa tokoh yang diundang seperti Haikal Hassan selaku Penasehat GNPF Ulama, Yusuf Muhammad Martak selaku pimpinan GNPF, budayawan Betawi Ridwan Saidi dan politisi Nusron Wahid.

Baca Juga: Plesetkan ‘Potong Bebek Angsa’ Demi Tujuan Politik, Salahkah Fadli Zon?

Sujiwo kemudian mendapatkan kesempatan berbicara untuk menanggapi perbincangan itu. Ia kemudian mengemukakan pendapatnya tentang ulama. Menurutnya, ulama adalah orang yang berilmu apapun ilmunya, termasuk Kimia sekalipun. Hal ini karena tak ada satu hal pun dalam kehidupan yang tak lepas dari ilmu-ilmu agama. Khusus untuk ulama agama, ia memiliki kredit khusus karena kelebihan mereka.

“Bagi saya, ulama dalam bidang agama kelebihan mengungkapkan hal abstrak yang nanti akan terjadi, yang itu akan mempersatukan Indonesia dan lain sebagainya,” tegas Sujiwo.

Sujiwo Nilai Takbir Zaman Sekarang Menakutkan
Sujiwo Nilai Takbir Zaman Sekarang Menakutkan
Sujiwo Tejo @Media Indonesia

Tak hanya itu, Sujiwo juga menilai bagaimana kalangan GNPF ketika mengucap takbir dianggap sebagai hal yang cukup mengerikan baginya. Ia sempat mempertanyakan mengapa ia ketakutan mendengarnya. Sedikit bercanda, ia menyentil apa karena hidupnya terlalu kotor, atau karena takbir yang dimaksud hanya karena ingin terlihat gagah saja. Hal itu cukup mengherankan baginya orang dengan kadar keimanan tinggi ketika diperdengarkan takbir maka akan meluluh air matanya.

Baca Juga: Resmi! Mantan Kapolda Jatim Jadi Ketua Tim Sukses Jokowi-Ma’ruf Wilayah jatim

“Begitu takbir kan sudah nggak ada lagi manusia, sudah lebur, hina, di dalam kebesarannya. Saya sudah nggak melihat GNPF lagi, nggak melihat Kyai Ma’ruf lagi begitu “Allah” wes nggak ada lagi akrena semuanya kecil,” tandas Presiden Jancukers itu.

Ia bahkan menyarankan pada pihak GNPF untuk ‘memperhalus’ takbir mereka. “Itu bisa nggak takbir-nya bisa diolah sedikit, mungkin lho ya,” saran Sujiwo.


Penulis: Raka Iskandar
Editor: Raka Iskandar