Sidang Kedua BPUPKI: Cikal Bakal UUD 1945 dan Peranan Jepang
UUD 1945 @Revolusi Total

MALANGTODAY.NET – Sejarah mencatatkan bahwa Jepang pernah menjanjikan kemerdekaan pada bangsa Indonesia lewat pembentukan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Itikad baik tersebut dikonfirmasi dengan menjadikan orang Indonesia sebagai ketuanya, yaitu Dr. KRT Radjiman Wedyodiningrat.

Badan yang didirikan pada 1 Maret 1945 ini tak berlangsung lama. Sebab, pada 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan dan diganti dengan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Namun bukan berarti riwayat BPUPKI yang hanya seumur jagung tidak menghasilkan apa-apa.

Baca Juga: Happy Birthday, Julius Caesar! Ini Pesan Sang Kaisar Buat Para Cowok

Tepat pada hari ini, 73 tahun yang lalu, founding father bangsa kita, Ir Soekarno, membacakan rancangan Undang-undang Dasar (UUD).  Bersama 7 orang lainnya yaitu Dr. Soepomo, Wongsonegoro, Achmad Soebardjo, A.A. Maramis, Raden Pandji Singgih, Haji Agus Salim, dan Soekiman, Bung Karno merumuskan rancangan UUD yang mencantumkan 3 pokok permasalahan.

Permasalahan pertama yaitu pernyataan tentang Indonesia merdeka. Pernyataan ini merujuk pada hal-hal yang menyangkut Indonesia sebagai negara yang independen, bersatu, dan berdaulat. Poin ini menjelaskan tentang pentingnya kemerdekaan bagi semua bangsa.

Baca Juga: Lebih Dekat, 5 Fakta Unik Jenderal (Purn.) Moeldoko. Nomor 5 Bikin Segan!

Permasalahan kedua melingkupi hal-hal seputar pembukaan UUD. Tujuan dari adanya pembukaan ini adalah sebagai pengantar sekaligus ringkasan dari seluruh poin-poin yang tercantum pada UUD. Pembukaan UUD perlu adanya untuk menjelaskan latar belakang pembuatan sekaligus tujuan dari perumusan hal-hal yang tercantum berikutnya.

Adapun bagian ketiga melingkupi batang tubuh UUD yang kelak akan dinamakan dengan UUD 1945. Isinya mencantumkan wilayah kedaulatan negara Indonesia, bentuk negara Indonesia sebagai negara kesatuan, bentuk pemerintahan Indonesia yaitu Republik, bendera Indonesia yaitu Sang Saka Merah Putih, dan bahasa nasional Indonesia yaitu Bahasa Indonesia.

Wilayah Indonesia dan Sumbangsih Jepang
Wilayah Indonesia dan Sumbangsih Jepang
Sidang BPUPKI @Rilis

Dalam poin di atas, perlu diketahui bahwa poin yang mencakup tentang wilayah negara ternyata berbeda dengan apa yang kita ketahui saat ini. Dalam perumusan ini, Soekarno mengatakan bahwa wilayah Indonesia meliputi bekas wilayah Hindia Belanda, Malaya, Borneo Utara (Sabah dan Serawak serta wilayah kesultanan Brunei Darussalam), Papua, Timor Portugis (Timor Leste), dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Baca Juga: Selamat Ulang Tahun, Tom Hanks! Deretan Quote Film Terbaiknya yang Bikin Baper

Walaupun dalam berbagai literatur dikatakan bahwa bangsa ini merdeka dengan usaha sendiri tanpa bantuan Jepang, namun perlu digarisbawahi bahwa Jepang turut memberikan sumbangsih dalam kemerdekaan.

Sebagaimana yang diketahui bahwa Jepang adalah negara pertama yang membolehkan pengibaran bendera Indonesia, Jepang yang membentuk badan penyiapan kemerdekaan seperti BPUPKI dan PPKI. Bahkan, Jepang dikabarkan membentuk lembaga kebudayaan bernama Keimin Bunka Shidosho yang salah satu tujuannya adalah membentuk dan mematangkan kosakata bahasa Indonesia beserta kaidah-kaidah penulisannya.


Penulis: Raka Iskandar
Editor: Raka Iskandar

Loading...