Sial nasib truk ini setelah kepergok mesum
ilustrasi- setelah kepergok berbuat asusila, ternyata Irvan juga menyimpan SIM palsu @MalangTODAY/istimewa

MALANGTODAY.NET – Sungguh sial nasib yang dialami oleh Irvan Budianto, selain harus menanggung malu karena terpegok oleh warga berbuat mesum, pria ini ternyata terbukti memiliki kepemilikan Surat Izin Mengemudi (SIM) palsu.

Kanit Reskrim Polsek Campurdarat, Aiptu Rahmang menyatakan pria yang kesehariannya bekerja sebagai sopir truk tersebut kedapatan menyimpan SIM B-2 palsu. Pada awalnya, Rahmang dan jajarannya mendapatkan laporan dari warga tentang sebuah kasus asusila yang dilakukan Irvan dengan kekasihnya, Wiwit yang menjadi pembantu di rumah Krestiawan, warga Desa Sumberagung.

“Sopir truk atas nama Irvan Budianto itu mulanya ditangkap warga karena diduga mesum di rumah warga Desa Sumberagung, Kecamatan Campurdarat, Tulunganggung,” ujarnya seperti dikutip dari Antara, Sabtu (18/3).

Namun, ketika pihak Polsek memeriksa kartu identitas milik Irvan, barulah terungkap SIM yang ia gunakan adalah palsu. Rahmang memaparkan, SIM B-2 umum milik Irvan tertulis dikeluarkan pada 2013 dan tertera pada SIM itu ditandatangani Kapolres Tulungagung AKBP Dedi Supriyadi dengan NRP 74010600.

Padahal pada periode tahun itu, kata dia, AKBP Dedi Supriyadi tidak menjabat di Tulungagung.

“Untuk SIM yang diterbitkan di Tulungagung pada 2013 ditandangani oleh Kapolres AKBP Whisnu Hermawan Febrinato. Dari nama kapolres saja sudah keliru ini jelas palsu,” katanya.

“Untuk SIM yang diterbitkan di Tulungagung pada 2013 ditandangani oleh Kapolres AKBP Whisnu Hermawan Febrinato. Dari nama Kapolres saja sudah keliru ini jelas palsu,” imbuhnya.

Setelah dilakukan interogasi, diakui Irvan bahwa SIM B-2 itu dia memeroleh dari temannya seorang warga Krian Kabupaten Sidoarjo seharga Rp 730 ribu.

Rahmang mengatakan, kasus kepemilikan SIM palsu dia ungkap pada Rabu (14/3). Krestiawan yang yakin ada penyusup yang bersembunyi di dalam rumahnya lalu menelpon polisi dan warga sekitar, sehingga dilakukan penggeledahan di didapati Irvan bersembunyi di kolong tempat tidur Wiwit.

“Kasus ini masih dalam proses penyidikan, jika unsur-unsur pidana terpenuhi maka tersangka akan diancam dengan pasal 263 ayat (2) KUHP dengan hukuman maiksimal enam tahun penjara,” pungkasnya.(zuk)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here