KOTA BATU – Aksi penyerangan terhadap polisi di Polsek Wonokromo, Surabaya, langsung disikapi oleh Polres Kota Batu.

Polres yang wilayah kerjanya meliputi Kota Batu plus Kecamatan Pujon-Ngantang-Kasembon itu memperketat pengamanan di kantor-kantornya.

“Penyerangan terduga teroris inilah yang menjadi pembelajaran buat kami, agar tidak terlena dengan ketentraman di Kota Batu,” ungkap Kapolsek Batu AKP Moh Lutfi.

Lutfi mengatakan, mulai saat ini, personelnya tak boleh sendirian ketika berjaga. Baik kegiatan di dalam kantor, maupun di luar.

Lutfi mengungkapkan untuk kegiatan masyarakat yang sebelumnya hanya dijaga 2 personel, kini ditambah menjadi 4 personil. Sementara di SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu), minimal harus dua personel.

“Jaket harus dilepas dan isi tas harus mau digeledah oleh anggota yang berjaga,” imbuh Lutfi.

Sedangkan patroli kecamatan, saat ini telah terbentuk empat tim dari sabhara, intel, dan reskrim.

Terpisah, Kapolres Kota Batu AKBP Budi Hermanto mengungkapkan bahwa peningkatan patroli skala besar ini tidak hanya melibatkan jajaran kepolisian saja. Tapi juga melibatkan organisasi masyarakat di Kota Batu. “Karena tanpa ada sinergitas dari masyarakat, maka jajaran kepolisian membutuhkam waktu yang lama untuk bertindak,” ungkap Buher sapaan akrabnya.

Buher mengimbau kepada masyarakat agar tidak ragu melapor bila mendapati ada hal yang mencurigakan. “Yang penting tidak main hakim sendiri karena semuanya sudah ada aturan hukumnya,” pungkas dia.

Pewarta : Choirul Anwar
Foto : Choirul Anwar
Editor : Indra M

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.