MALANG KOTA – Program Kampung Inovator yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berhasil mengungkap potensi kelurahan. Sumbersari misalnya, salah satu keunggulannya adalah mempunyai kampung sejarah.

Kampung bernama ”Tawangsari Kampoeng Sedjarah” yang berlokasi di RW 01 itu menyimpan berbagai replika benda bersejarah. Mulai senjata yang dipakai para gerilyawan Indonesia, pasukan kolonial Belanda, hingga Jepang.

Selain itu, kampung tematik itu juga dilengkapi taman baca dan museum perjuangan dengan nama ”Museum Reenactor”. ”Pembentukan kampung sejarah ini berawal dari komunitas Reenactor Ngalam di Sumbersari,” ujar Eko Irawan, pengurus Museum Reenactor Malang kemarin.

Irawan menjelaskan, awalnya komunitas tersebut sekadar hobi mengumpulkan benda-benda yang berhubungan dengan sejarah Malang. Kemudian pada tahun 2015 silam, ada lomba kampung tematik yang diadakan oleh pemkot.

”Pada saat itu komunitas Reenactor terpilih, sehingga warga RW 01 bahu-membahu merancang Kampoeng Sedjarah tersebut,” terangnya.

Eko menerangkan, sengaja menggunakan ”Tawangsari Kampung Sejarah” karena ingin mengenalkan nama Tawangsari. Di Sumbersari ada dua dusun, yakni Pilang dan Tawangsari. Sehingga mereka ingin mengangkat nama Tawangsari yang mulai tidak dikenal. ”Sekarang orang jarang yang tahu Tawangsari itu di mana,” ujar alumnus IKIP Malang tersebut.

Eko menambahkan, replika senjata tersebut dibuat oleh masyarakat dari barang bekas. Mulai dari kayu hingga besi. Semuanya dibuat dari barang bekas bongkaran rumah, sehingga tidak mengeluarkan biaya banyak.

Meskipun begitu, 70 unit replika tersebut tak perlu diragukan lagi kualitasnya. ”Warga sini banyak yang memiliki kemampuan memotong maupun membentuk kayu hingga besi, saya sih bisanya dari karton,” candanya.

Untuk masuk dan belajar di sana, pengunjung tidak dipungut biaya sepeser pun. Sehingga untuk perawatan dilakukan secara swadaya. ”Buku-buku yang ada di taman baca beberapa buku sejarah, ada pula buku-buku perjuangan,” terangnya.

Pewarta : nr4
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Mahmudan

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.