Tak Cukup Densus 88, Ini 3 Satuan Tangguh Milik TNI yang Siap Menumpas Teroris
ilustrasi densus 88 @tempo.co

MALANGTODAY.NET – Belum usai duka dari pemboman ketiga gereja di Surabaya kemarin, Minggu (13/05). Hari ini, Senin (14/5) pukul 08.50 aksi serangan teroris kembali terjadi di Mapolrestabes Surabaya. Pelaku berjumlah 4 orang menggunakan dua motor berboncengan mengebom markas kepolisian itu. Atas insiden ini, 4 orang meninggal dunia dan 10 lainnya luka-luka.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian langsung bereaksi atas kejadian pemboman 2 hari berturut-turut ini. Ia mengungkapkan Polri tidak keberatan jika TNI dilibatkan dalam pemberantasan terorisme di Indonesia.

Baca Juga: PMI Kabupaten Malang Pastikan Stok Darah Aman Jelang Ramadan

Begitu pula dengan Menkopolhukam, Wiranto yang menyatakan TNI perlu dilibatkan dalam penemumpasan teroris di negeri ini. Lalu apa saja ya satuan-satuan anti teror yang dimiliki TNI untuk memberantas teroris tersebut? Penasaran? Yuk, langsung saja simak ulasan di bawah ini!

  1. Satuan 81  Penanggulangan Teror (Sat 81 Gultor)
sat 81 gultor TNI AD @Daily Mail/Reuters

Satuan 81 Penanggulangan Teror atau Sat 81 Gultor ialah satuan anti teror pertama yang dimiliki Indonesia. Sat 81 Gultor adalah satuan yang ada di dalam tubuh Kopassus TNI Angkatan Darat. Sat 81 Gultor didirikan pada tanggal 30 Juni 1982, Sat 81 Gultor mempunyai prestasi mentereng dalam hal penanggulangan terorisme yakni pembebasan sandera dalam Operasi Woyla di Thailand.

Dalam operasi itu Sat 81 Gultor mampu melumpuhkan teroris yang menyandera penumpang pesawat Garuda DC-9 Woyla hanya dalam waktu kurang dari tiga menit. Saking elitnya kesatuan ini para anggota dan persenjataan mereka sangat dirahasiakan keberadaannya.

Baca Juga: Surabaya dan Sidoarjo Diserang Bom, Jokowi: Tindakan yang Biadab

  1. Detasemen Jalamangkara (Denjaka)
Denjaka TNI AL (istimewa)

Detasemen Jala Mangkara atau Denjaka adalah satuan penanggulangan teror aspek laut milik TNI Angkatan Laut yang berdiri pada tanggal 4 November 1984. Denjaka sudah malang melintang dalam operasi anti teror di negeri ini.

Terakhir Denjaka ikut dalam pembebasan kapal MV Sinar Kudus yang disandera perompak Somalia. Anggota Denjaka diambil dari satuan khusus milik TNI AL yang sudah ada, yakni Kopaska dan Yon Taifib. Sama seperti Sat 81 Gultor, jumlah personil Denjaka sangat dirahasiakan.

Baca Juga: Resmi! Arema FC Depak Gethuk dari Jabatan Pelatih Kepala

  1. Detasemen Bravo 90 (Sat Bravo 90)
Sat Bravo 90 TNI AU yang tengah melakukan latihan pembebasan sandera (istimewa)

Detasemen Bravo 90 sekarang bernama Satuan Bravo 90 adalah unit anti teror milik TNI Angkatan Udara. Satuan Bravo 90 dibentuk pada tanggal 12 Februari 1990. Para anggota Satuan Bravo 90 diambil dari pasukan khusus angkatan udara Korps Paskhas.

Bersama dua satuan anti teror diatas, Satuan Bravo 90 tergabung dalam Pusat Pengendalian Krisis (Pusdalsis) BNPT. Pusdalsis berisi gabungan satuan-satuan anti teror milik TNI-POLRI yang dapat digerakkan sewaktu-waktu jika negara membutuhkan.

Baca Juga: 5 Bulan yang Lalu Ternyata Mbah Mijan Pernah Meramalkan Teror Bom di Surabaya

Pasti tidak bisa dibayangkan bukan bagaimana kekuatan Pori dibantu TNI untuk menumpas segala tindak kejahatan yang dilakukan oleh para teroris. Semoga dengan bergabungnya TNI, aksi terorisme ini bisa ditumpas sampai ke akar-akarnya dan tidak ada lagi di negeri kita tercinta ya!


Penulis       : Dian Tri Lestari
Editor        : Dian Tri Lestari