Cawapres 02 Sandiaga Uno @jatimnow
Cawapres 02 Sandiaga Uno @jatimnow

MALANGTODAY.NET – Cawapres Sandiaga Uno menyoroti Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan dua hal, yakni terkait dana dan data. Terkait data, Sandi menyarankan agar Sistem Penghitungan Suara (Situng) KPU di-audit ulang. Sementara terkait dana, Sandiaga mengaku kecewa dengan sistem yang tidak siap dengan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK).

“Jika misalnya tidak pada satu daerah sudah terlihat sistem data entri yang terpola salah memasukkan datanya ya harus ada evaluasi. Sistem audit namanya. Dan sistem audit itu harus dihentikan dulu, apakah ini terpola sengaja atau memang human error,” ucapnya seperti dilansir dari Detik.com, pada Sabtu (4/5/2019).

Dia melanjutkan bahwa audit bisa dilakukan dalam 2 sampai 3 hari. Harapannya, hasil audit dapat melihat pola kesalahan entri data.

“Ini yang harus dipastikan dan saya rasa itu nggak akan lama kok melakukan sistem audit, 2-3 hari. Tapi memastikan bahwa ini dilakukan dengan jujur adil dan kesalahan input data itu nggak terpola. Bukan berulang-ulang seperti itu,” lanjutnya.

Selain itu, Sandi juga menyampaikan kekecewaan terkait LPPDK yang dinilai tidak siap, sehingga pihaknya harus melakukan pelaporan secara manual.

“Dari sistem pelaporan dana kampanye saja kelihatan kekacauan karena sudah 7 kali diupgrade. Setelah 7 kali tetap saja tidak bisa mengonsolidasi laporan-laporan dari masing-masing provinsi. Akhirnya kita melakukan manual, pakai Excel Spreadsheet manual, ini sama saja seperti 35 tahun lalu saat saya kuliah menyampaikan laporan keuangan. Padahal kita sudah jauh lebih maju,” tambahnya.

Terkait data, Komisioner KPU, Wahyu Setiawan angkat bicara bahwa hal tersebut menandakan bukan adanya sebuah kecurangan. Pihaknya pun tidak memungkiri adanya beberapa kesalahan dalam input data dalam situng.

Menurut KPU, kesalahan input data berbeda dengan kecurangan. (Bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.