Hadi Asrori mahasiswa UIN Malang

KOTA MALANG – Menjaga agar suara tetap merdu tentunya tak mudah. Seperti mahasiswa UIN Malang, Hadi Asrori yang kemarin (17/7) menyabet medali perak pada cabang seni pop Islami PIONIR (Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset) IX.

Suaranya yang indah ternyata tak lepas dari perjuangannya menahan nafsu makan gorengan selama 2,5 bulan demi mendapatkan hasil yang terbaik di PIONIR IX. Motivasinya membanggakan nama almamater, membuatnya mampu menahan rasa ingin icip gorengan selama itu.

“Aku latihan mulai bulan Mei. Jadi ya kurang lebih 2,5 bulan aku harus menjaga makanan juga. Pelatihku galak banget kalau aku makan gorengan bener-bener nggak boleh. Padahal kangen banget,” ceritanya pada radarmalang.id.

Selama berlatih ia hanya bisa makan sayur-sayuran, buah, dan makanan lain yang tidak banyak mengandung minyak. Yang ia pikirkan hanyalah bayangannya ingin tampil maksimal di PIONIR IX. Meskipun terkadang teman-teman di sekitarnya suka menggodanya agar makan gorengan.

“Tempe goreng, tahu goreng, ote-ote hmmmm. Habis ini aku bakal ngicip dikit lah kangen banget mumpung udah selesai lomba. Meskipun tetep aku jaga biar nggak banyak-banyak,” ungkapnya.

Mahasiswa sastra Arab itu berterimakasih atas bimbingan pelatihnya yang sudah mngajarkannya disiplin dan membimbingnya meraih medali perak. Lagu Dealova karya Once dan Padamu Aku Bersujud karya Afghan tidak akan berhasil ia nyanyikan drngan baik di PIONIRIX jika tanpa bimbingan pelatihnya.

“Yang lagu dealova agak nyekluk sih. Tapi alhamdulillah tetep bisa meraih medali perak,” ujarnya.

Hadi meraih total poin 914, selisih 6,5 poin dengan peraih medali emas yakni Ranna Shapira dari UIN Riau. Keduanya diakui juri sama-sama bagus. Namun karena sedikit kesalahan Hadi di lagu Dealova, juri memutuskannya menjadi jawara kedua.

Pewarta: Rida Ayu
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Rida Ayu

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.