KEPANJEN – Kuliner rujak memang mudah didapat di Kabupaten Malang. Tapi rujak cingur milik Bu Githok yang ada di daerah Penarukan, Kepanjen, Kabupaten Malang ini spesial, karena menawarkan porsi jumbo.

“Porsi rujak cingur di sini memang jumbo, satu porsi bisa buat dua orang,” ujar Sunarti, Pemilik Rujak Bu Githok.

Uniknya lagi, dalam rujak cingurnya juga terdapat buah macam nanas dan bengkuang. Buah itu memang lazimnya digunakan sebagai isi dalam rujak manis. Hanya saja, Sunarti memilih menyatukannya ke rujak cingur miliknya.

“Jadi lebih segar, soalnya ada buahnya. Selain itu kacang yang dipakai untuk dicampur bumbu petis juga spesial,” tutur Githok, sapaan akrab Sunarti.

Warungnya sendiri buka mulai tahun 1974. Kala itu, Githok bercerita menjual rujaknya seharga Rp 35 saja. Usaha ini turun-temurun. Bahkan, ia sudah berjualan saat dirinya duduk di bangku SMP. Hingga akhirnya ia mendapat julukan Githok tersebut dari warga sekitar Penarukan.

Sekarang satu porsi Rujak Cingur Bu Githok dihargai Rp 15 ribu. Sunarti juga menjual rujak manis dan rujak gobet (rujak serut) sebagai menu lain.

“Untuk rujak gobet juga laris soalnya jarang yang menjual di sini. Kalau gobet Rp 15 ribu, kalau manis Rp 12 ribu,” tutupnya.

Buka mulai 10 pagi sampai 4 sore, Rujak Cingur Bu Githok ini bisa ditemui di daerah Penarukan tepatnya di Jalan Raya HM Sun An 43, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Penyunting: Fia

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.