Prabowo Subianto (tengah) dan Rizieq Shihab (kiri) @IDN Times

MALANGTODAY.NET – Salah satu janji calon presiden (capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto, jika terpilih nanti adalah menjemput Habib Rizieq Shihab pulang ke Indonesia. Meski demikian, Front Pembela Islam (FPI) menyatakan bahwa imam besarnya itu belum tentu akan pulang meski dijemput oleh capres yang didukung. Hal ini lantaran ada pertimbangan lain.

Dilansir dari CNN Indonesia, Rabu (13/3/2019), pernyataan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Umum FPI, Munarman. Meski Prabowo mengaku langsung menjemput Rizieq sehari pasca dinyatakan menang menggunakan pesawat pribadinya, namun Imam Besar FPI itu tetap akan menunggu momentum.

“Momentum akan sangat berharga dalam kepulangan Habib Rizieq,” tutur Munarman.

Munarman juga menjelaskan bahwa ketidakpastian kepulangan Rizieq bukan karena enggan, namun karena pertimbangan isyarah dan bisyarah. Maksud dari isyarah adalah petunjuk bahwa keadilan sudah ditegakkan di Indonesia, sedangkan bisyarah kabar gembira berupa rasa aman yang dirasakan.

“Tentu saja Habib Rizieq berterima kasih bila Pak Prabowo menjemputnya, namun pertimbangan isyarah dan bisyarah menjadi variabel utama. Perlu dicatat, Habib Rizieq sudah sangat rindu pulang ke kampung halamannya,” imbuh Munarman.

Dijelaskan bahwa yang dimaksud kabar gembira bukan hanya untuk imam besar FPI itu saja, namun juga masyarakat Indonesia. Munarman merinci poin-poin yang menjadi rasa aman itu di antaranya adalah bebas dari rasa takut menyampaikan kritik, bebas dari kriminalisasi, hingga bebas dari kebohongan dan janji yang tak ditepati.

Sementara itu, Prabowo tak hanya berjanji akan memulangkan Rizieq, namun juga para ulama korban persekusi hingga emak-emak yang ditahan. “Akan kita bela dan kita bebaskan,” kata Ketua Umum Partai Gerindra itu. (sig)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.