Ridwan Hisjam: Perlu adanya Revolusi Bidang PendidikanRidwan Hisjam: Perlu adanya Revolusi Bidang Pendidikan
Ridwan Hisjam

MALANGTODAY.NET – Komisi X DPR RI, Ir. H.M Ridwan Hisyam memberi sorotan tajam terkait pendidikan di Indonesia. Karena menurutnya, peran pendidikan dalam menyiapkan SDM pembangunan yang berjalan seiring dengan perputaran zaman, harus mampu beradaptasi menghadirkan pendidikan yang memiliki daya saing dan kualitas tinggi.

“Sebab berbicara tentang pendidikan, tentu erat kaitannya dengan peranan penting di dalam kehidupan manusia, dan masa depan sebuah bangsa,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima MalangTODAY.net beberapa saat lalu.

Dia menyebutkan, meskipun belum bisa di sejajarkan dengan negara di Asia lainnya, tapi pendidikan yang ada di Indonesia sudah mengalami perubahan yang lebih baik dari sebelumnya. Namun demikian jika diihat dari kondisi pendidikan tenaga kerja Indonesia  menurut data Februari tahun 2016, yang dirilis Harian Kompas 4 Oktober lalu sangat memprihatinkan.

Bagaimana tidak, lanjutnya, dari 120,647,697 tenaga kerja, 73,913,490 hanya sampai SLTP atau 61,26 persen belum lulus SLTA. Disamping itu, yang terjadi pada anak usia sekolah tingkat putus sekolah di SD masih tergolong sangat tinggi. Karena menurut data Kemedikbud tahun 2015, angka melanjutkan dari SD ke SLTP hanya 77,27 persen. Artinya ada 22,73 persen atau 1,014,079 anak tidak lulus atau lulus SD yang tidak melanjutkan.

Kondisi ini menurutnha terakumulasi dari tahun 2012  sampai 2015 ada 5,034,072 anak usia sekolah yang tidak melanjutkan ke SLTP. Sehingga, jika dibiarkan kondisi tersebut akan menjadi beban bangsa Indonesia di masa yang akan datang.

“Saat ini, saya yang ada di Komisi X DPR RI medorong untuk segera dilakukan revolusi di bidang pendidikan dengan melaksanakan program wajib belajar 12 tahun kepada seluruh warga bangsa,” tambahnya.

Menururnya, hal ini tentu menunjukkan bahwa Komisi X DPR RI sangatlah peduli terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia. Namun dalam prakteknya, masih banyak warga Indonesia yang masih pendidikannya rendah dan kualitas SDM apa adanya. Maka untuk menopang semua itu, menurutnya, Komisi X DPR RI memberikan beasiswa bagi yang tidak mampu dan juga bagi yang berprestasi.

Beasiswa tersebut, tambah Ridwan, berupa PIP (Program Indonesia Pintar) setiap tahunnya mulai tingkat SD, SMP, SMA dan SMK termasuk juga pembenahan sarana infrastruktur sekolah sehingga dengan demikian pendidikan yang ada di Indonesia menjadi merata dan menyentuh ke semua lapisan masyarakat terutama juga yang terkategori daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar)

“Saat ini, kita harus sudah mulai sadar dan membuka jendela lebih lebar lagi bahwa bahaya keterbelakangan atau ketertinggalan dalam kualitas pendidikan, salah satunya adalah lahirnya gelombang globalisasi yang di rasa semakin kuat dan sangat terbuka serta kemajuan teknologi yang semakin pesat perkembangannya ternyata mampu memberikan kesadaran baru bagi bangsa Indonesia bahwa saat ini,” paparnya panjang.

Indonesia saat ini menurutnya berada di tengah – tengah dunia yang baru yaitu dunia yang semakin terbuka lebar dan masyarakat di tuntut mampu menguasai kecepatan dan kecanggihan teknologi. Sementara kualitas pendidikan indonesia dengan negara lain yang di rasakan adanya keterlambatan dan keterbelakangan serta ketertinggalan di dalam mutu pendidikan bangsa ini.

“Kita harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi ini untuk memudahkan kita dalam menjangkau yang tidak terjangkau dan melalui teknologi informasi dan komunikasi maka program peningkatan kualitas pendidikan seperti peningkatan kualitas guru, dan  kualitas pembelajaran yang merupakan faktor utama dalam menentukan kualitas lulusan SDM kita,” urainya.

Menurut Ridwan, setiap kebutuhan tersebug dapat diaih dengan cepat. Terutama untuk melakukan pemerataan dan perluasan akses Komisi X DPR RI mendorong dilaksanakannya proses pembelajaran dalam berbagai cara seperti pemanfaatan media internet, Media Televisi dan Radio agar fleksibilitas masyarakat untuk mendapatkan pengetahuan akan semakin mudah, luas dan murah.

Disamping itu, tambahnya, tentu pembenahan dalam berbagai hal juga perlu dilakukan, seperti memperbaiki kesejahteraan guru selain dari insentif finansial juga dengan memberikan penghormatan kepada guru sebagai warga bangsa kelas satu yang ditunjukan dalam memberikan layanan khusus kesehatan, transportaasi, tempat tinggal dan berbagai kemudahan lainnya. Mari kita dorong dan kita dukung pelaksanaan Revolusi Pendidikan agar banga Indonesia menjadi bangsa yang bermartabat.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here