MALANGTODAY.NET – Saat menghadiri acara Festival Batik Nasional, yang diadakan sebagai salah satu cara mendatangkan wisatawan. Ridwan Hisjam, mengatakan pada 2019, sektor pariwisata akan menjadi penghasil devisa terbesar Tanah Air.

Menurut anggota Komisi X DPR ini, batik merupakan warisan budaya Indonesia yang tidak bisa diukur dengan materi. Sebab, batik beserta budaya Indonesia yang lain adalah jati diri bangsa yang harus dipertahankan.

“Kalau dinilai dari materi, ya warisan budaya kita ya hilang semua lebih bagus yang modern-modern semua. Karena orang kan akan cenderung ke sana. Jadi contohnya, orang mau beli mobil, kan mana ada orang mau beli mobil tua. Pasti cenderungnya beli mobil baru semua,” ujar Ridwan di Gedung DPR, Selasa (11/10).

Tak hanya batik, Politisi Golkar ini mengungkapkan panorama alam, seni dan peninggalan bersejarah juga bisa mendatangkan wisatawan dan pendapatan ekonomi masyarakat maupun pemerintah setempat.

Selain dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan devisa, pariwisata juga merupakan sektor penyerap tenaga kerja yang paling mutakhir.

Untuk diketahui, saat ini sektor pariwisata merupakan penyumbang devisa keempat setelah, minyak dan gas bumi, batubara dan mineral, serta perkebunan.

“Kemarin saat rapat dengan Menteri Pariwisata Pak Arief Yahya, diharapkan tahun ini sudah naik peringkat ke nomor tiga,” jelasnya seperti dilansir obsessionnews.com

Tak hanya mendatangi Festival Batik Nasional, Ridwan Hisjam juga melihat jalan lingkar selatan. “Jadi selain ke acara festival, kemarin kita juga melihat jalan lingkar selatan. Kita minta dipercepat, kalau dipercepat maka itu akan mempercepat sektor pariwisata,” ujar Ridwan.

Selain peningkatan kapasitas Bandara Udara Banyuwangi. DPR juga menginginkan agar proyek ini dipercepat dengan memperpanjang landasan pacu, serta mempertebal landasan, agar nantinya dapat dilewati oleh pesawat jenis boing. ‎ (obs/ind)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda