2017, Program Revitalisasi Pasar Kemenkop UKM Telan Anggaran 48 Miliar?
Ilustrasi Revitalisasi Pasar (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) tahun ini menargetkan program revitalisasi dapat dilakukan kepada 51 pasar rakyat yang tersebar di 24 Provinsi. Masing-masing pasar dianggarkan biaya sebesar Rp 950 juta, atau total keseluruhan Rp 48,450 Miliar.

Program kelanjutan ini sebelumnya telah menyasar 64 pasar rakyat di 2015, dan 84 pasar di 2016. Sedangkan sampai 2019, pemerintah menargetkan revitalisasi kepada lima ribu pasar rakyat di seluruh Indonesia.  Dari jumlah itu, Kemenkop UKM menargetkan untuk dapat berkontribusi sebanyak 1.075 pasar rakyat sampai 2019 mendatang.

“Di 2016, sebenarnya Kemenkop UKM menargetkan 85 pasar dan yang terealisasi 74 pasar, dengan menghabiskan anggaran Rp 80,7 Miliar,” kata Deputi bidang Produksi dan Pemasaran, Kemenkop UKM, I Wayan Dipta seperti dikutip dari Kompas.

Menurutnya, jumlah pasar rakyat yang akan direvitalisasi tahun ini terdiri atas 11 daerah tertinggal, dan sisanya untuk daerah reguler. Daerah perbatasan yang dimaksud diantaranya Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Kalimantan.

“Memang kami menyiapkan dana hibah untuk kemudian dapat dikelola oleh pemerintah daerah,” tambahnya.

Revitalisasi itu menurut Wayan adalah dengan memperbaiki pasar yang kondisi bangunannya sudah tidak layak dan kumuh. Selanjutnya dibenahi untuk dijadikan sebagai pasar permanen.

Selain itu, lanjutnua, setiap pasar juga akan dilengkapi berbagai fasilitas umum yang mumpuni seperti toilet, wastafel, hingga tempat pembuangan sampah. Tak berhenti disitu, Kemenkop juga membantu pengelolaan, monev, dan pengawasan.

Dia menambahkan, dengan revitalisasi pasar itu, terdapat pengaruh besar bagi para pedagang. Karena berdasar peninjauan yang pernah dilakukan, para pedagang mendapat kenaikan pendapatan. Beberapa daerah yang dikunjungi beberpa saat lalu diantaranya pasar di Bima, Gianyar, Bangli, Palembang dan Sukabumi.

“Kami pernah mengkajinya, tak hanya jumlah pengunjungnya yang meningkat, pedagang pun dapat meraup untung lebih banyak,” urainya panjang.

Berikan tanggapan Anda

loading...

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here