RADARMALANGID – Perempuan Tanah Jahanam, film horor garapan sutradara Joko Anwar telah dirilis pada 17 Oktober kemarin.

Perempuan Tanah Jahanam mengisahkan tentang Maya (Tara Basro) yang ingin menelusuri misteri keluarganya. Ia tahu bahwa di sebuah desa, keluarganya meninggalkan rumah besar yang bisa dibuat jadi modal usaha.

Maya tak sendiri. Sahabatnya, Dini (Marissa Anita), memaksa ikut meski telah dilarang berkali-kali. Akhirnya, keduanya menempuh perjalanan.

Perempuan Tanah Jahanam memiliki naskah cerita yang kuat dan matang. Alur cerita tersusun dengan baik dari awal hingga akhir, sehingga tak ada kesan yang dipaksa muncul. Tak hanya itu, cerita juga dibawakan dengan apik melalui akting para pemain serta pengambilan gambar.

Perempuan Tanah Jahanam tidak bisa disamakan dengan Pengabdi Setan. Perempuan Tanah Jahanam menyajikan film horor yang berbeda. Dari segi genre, film ini bisa disebut sebagai horor psikologis. Rasa takut dalam film ini terbangun lewat psikologis para tokohnya, Maya dan Dini.

Kelebihan horor psikologis ini mampu membuat penonton merasakan ketidaknyamanan dan ketakutan yang sama dengan tokoh dalam film. Kesuksesan itu bisa jadi datang karena cerita dan akting yang kuat. Joko Anwar berhasil menjaga unsur ini dalam Perempuan Tanah Jahanam.

Perempuan Tanah Jahanam tak banyak menampilkan sosok hantu, dedemit, atau jumpscare yang biasa jadi andalan film horor. Dengan akar budaya dan mitos seputar adat yang dekat dengan kita, Joko Anwar mampu menghadirkan naskah dengan konflik serupa daun bercabang.

Bila diamati, keseraman yang terbangun dalam Perempuan Tanah Jahanam lebih ditunjukkan lewat inti cerita, bukan ditonjolkan dengan penampakan. Penonton akan merasa lebih ketakutan bila benar-benar memahami cerita secara utuh.

Dari segi akting, kemampuan Christine Hakim sebagai Nyi Misni dan Ario Bayu sebagai Ki Saptadi tidak perlu diragukan lagi.

Perempuan Tanah Jahanam juga memiliki kekurangan. Salah satunya adalah logat medok dan penggunaan bahasa Jawa yang tidak konsisten. Hal ini cukup mengganggu kenyamanan dalam menyaksikan Perempuan Tanah Jahanam.

Perempuan Tanah Jahanam memiliki tajuk lain dalam bahasa Inggris, yakni Impetigore.

Penulis: Elsa Yuni Kartika
Foto: Istimewa

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.