Raja Arab Datang, Kemenpar Harus Manfaatkan Peluang
Anggota Komisi X DPR Ridwan Hisjam @MalangTODAY(Mega)

MALANGTODAY.NET – Kedatangan penguasa Arab Saudi, Raja Salman, diperkirakan membawa investasi lebih dari Rp 300 triliun. Angka yang tidak kecil itu harus bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Tidak terkecuali dalam bidang kebudayaan dan pariwisata‎.

Hal ini disampaikan oleh anggota Komisi X DPR Ridwan Hisjam. Ia mengatakan, kunjungan Raja Salman bersama 1.500 rombongannya ke Bali harus bisa dimanfaatkan sebaik-sebaiknya oleh Kementerian Pariwisata untuk meningkatkan sekaligus mempromosikan wisata Indonesia di tingkat mancanegara. ‎

“Jadi itu yang harus kita dorong. Momennya sekarang sangat tepat dengan adanya Raja Salman ke Bali ini, harus diexplore besar-besaran. Kementerian Pariwisata harus melihat ini sebagai peluang, tidak diam saja,” ujar Ridwan, Jumat (3/3).

Ridwan menjelaskan, sebagai anggota Komisi X dirinya sangat  concern dengan persoalan pendidikan, kebudayaan dan pariwisata. Ia melihat terjadi ketidakseimbangan ‎antara Indonesia dan Arab Saudi dalam hal kunjungan wisatawan. Di mana dalam satu tahun jumlah orang Indonesia yang berkunjung ke Arab bisa mencapai 2 juta orang.

“Sedangkan dari Arab ke sini (Indonesia) tidak lebih dari 200 ribu orang. Sehingga devisa kita minus, kita ke sana bawa dolar dengan nilai yang besar. Sementara Arab ke sini sedikit. Nah, ini yang harusnya menjadi concern pemerintah bagaimana Kementerian Pariwisata harus menggalakkan pariwisata mancanagara dengan kehadiran Raja Arab di Bali,” terangnya.

Menurutnya, jika selama ini pemerintah sudah banyak memasang iklan wisata ‘Pesona Indonesia’ di negara-negara Eropa dan Asia terutama Cina. Tetapi ke depan Ridwan meminta Kementerian Pariwisata juga harus membuat iklan yang sama di negara-negara Timur Tengah seperti Arab.‎

“Mestinya kita bisa bikin wisata Indonesia untuk Arab misalnya bagaimana wisata religi, wisata destinasi halal.  Apalagi kita sudah ada 10 destinasi wisata, dan ada yang paling cepat untuk didorong destinasi halal yakni di NTB, di sana ada Mandalika,” tuturnya.

Politisi Golkar ini mengungkapkan, setidaknya ada 30 juta orang Arab yang melakukan kunjungan wisata ke berbagai negara. Umumnya paling banyak mereka datang ke negara-negara Eropa, atau Amerika. Sedangkan ke Asia lebih sedikit. Untuk wilayah Asia Tenggara mereka lebih banyak ke Malaysia.

“Coba bayangkan orang Arab justru lebih banyak berkunjung ke Malaysia. Padahal Malaysia kan lebih kecil dari Indonesia. Tapi kenapa bisa mendatangkan wisata yang banyak, karena mereka bisa mengemasnya dengan baik,” tutur legislator asal Malang ini.

Ridwan mengimbau kepada pemerintah untuk lebih kreatif dalam melihat kesenangan dan budaya orang-orang Timur Tengah. Setelah itu dibuat kemasan yang menarik dan ditawarkan kepada mereka. ‎Sebab dihitung-hitung wisatawan dari Arab Saudi ke Indonesia hanya dua persen.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here